Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gorontalo Menerima 10 Nakes Penugasan Khusus Periode Dua

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 23:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gorontalo Menerima 10 Nakes Penugasan Khusus Periode Dua Doc: Antara
Ket. Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo​​​​​​​ Andriyanto Abdussamad di Kota Gorontalo, secara daring memberikan sambutan dalam kegiatan program Penugasan Khusus Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan periode dua (II) Tahun 2026, Kamis (10/9/2026).

Gorontalo - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menerima 10 tenaga kesehatan, melalui program Penugasan Khusus Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan periode dua (II) Tahun 2026.

Serah terima penugasan tersebut dilaksanakan secara daring, Kamis.

Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo Andriyanto Abdussamad di Kota Gorontalo, Kamis, dalam sambutan pada kegiatan mengatakan kegiatan itu menjadi bagian dari sinergi antara Kementerian Kesehatan RI, Pemerintah Provinsi Gorontalo, Dinas Kesehatan Kabupaten dan Puskesmas dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia kesehatan di daerah.

Andriyanto mengatakan penempatan tenaga kesehatan tersebut memiliki arti penting dalam memperkuat pemerataan dan pemenuhan SDM kesehatan, terutama pada fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

“Penugasan khusus ini bukan sekadar penempatan tenaga kesehatan, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjawab kebutuhan SDM kesehatan di daerah," katanya.

Kehadiran tenaga kesehatan diharapkan dapat memperkuat pelayanan sekaligus mendukung pemerataan tenaga kesehatan di puskesmas.

Berdasarkan data ketenagaan Puskesmas Provinsi Gorontalo per Agustus 2026, terdapat 95 puskesmas.

Sebanyak 90 puskesmas atau 94,74 persen telah memiliki dokter, sementara lima puskesmas masih belum memiliki dokter.

Sementara itu, dari sisi pemenuhan sembilan jenis tenaga kesehatan di puskesmas, baru 53 puskesmas atau 55,79 persen yang telah memenuhi kelengkapan tersebut. Sebanyak 42 puskesmas atau 44,21 persen masih menghadapi keterbatasan pemenuhan jenis dan jumlah tenaga kesehatan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun ketersediaan dokter di sebagian besar puskesmas sudah relatif baik, pemerataan dan kelengkapan tenaga kesehatan masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan secara bertahap.

Program Penugasan Khusus menjadi salah satu instrumen strategis untuk membantu mengisi kebutuhan tenaga kesehatan pada lokus yang masih mengalami kekurangan.

Pada periode II tahun 2026, sebanyak 10 tenaga kesehatan diterima dan akan ditempatkan sesuai kebutuhan pelayanan.

Mereka terdiri atas dua dokter umum yang ditempatkan di Puskesmas Saritani dan Puskesmas Limbato, tiga dokter gigi di Puskesmas Monano, Wanggarasi dan Biluhu.

Satu Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) di Puskesmas Bulango Ulu, satu tenaga kefarmasian di Puskesmas Dumbaya Bulan, satu tenaga kesehatan lingkungan di Bilato, serta dua terapis gigi dan mulut di Puskesmas Bulawa dan Puskesmas Popayato Timur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
Benarkah Ada Sesar Aktif di Surabaya? Ini Penjelasan Pakar Geologi ITS

Benarkah Ada Sesar Aktif di Surabaya? Ini Penjelasan Pakar Geologi ITS

10 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.