Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dana Pendidikan Buleleng Jadi Sorotan BPK, Pengawasan Diperketat

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 06:53 WIB | Oleh:
Dana Pendidikan Buleleng Jadi Sorotan BPK, Pengawasan Diperketat Doc: Antara foto/HO-Humas Pemkab Buleleng
Ket. Kepala BPK Perwakilan Provinsi Bali I Gusti Ngurah Satria Perwira berfoto bersama Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra.

BULELENG - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Bali memperkuat pengawasan pengelolaan dana pendidikan di Kabupaten Buleleng melalui pemeriksaan kinerja pendahuluan untuk memastikan anggaran memberikan manfaat optimal bagi layanan pendidikan.

Kepala BPK Perwakilan Provinsi Bali I Gusti Ngurah Satria Perwira, Kamis, menjelaskan pemeriksaan tersebut diarahkan untuk melihat pengelolaan berbagai sumber pendanaan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan layanan pendidikan di Kabupaten Buleleng.

"BPK tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memiliki tugas menyampaikan informasi mengenai perkembangan tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan serta penyelesaian kerugian negara maupun daerah," katanya.

Pemeriksaan tersebut mencakup pengelolaan dana pendidikan pada satuan pendidikan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta bantuan masyarakat pada tahun 2025 dan semester I tahun 2026.

Dalam kesempatan tersebut, BPK Perwakilan Provinsi Bali menyerahkan Laporan Hasil Pemantauan Penyelesaian Kerugian Negara/Daerah Semester I Tahun 2026 kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Laporan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan rekomendasi hasil pemeriksaan BPK dan penyelesaian kerugian negara atau daerah ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Satria menjelaskan pemantauan dilakukan secara rutin dua kali dalam setahun dengan dua fokus utama, yakni tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan BPK serta penyelesaian kerugian negara atau daerah.

Menurut dia, laporan pemantauan tersebut terkadang belum mendapatkan perhatian optimal karena mekanisme dan formatnya berbeda dengan laporan hasil pemeriksaan reguler.

Oleh karena itu, BPK Perwakilan Provinsi Bali akan mendorong mekanisme penyerahan laporan yang lebih formal agar kepala daerah, DPRD, dan seluruh pihak terkait dapat mengetahui perkembangan penyelesaian kerugian negara maupun daerah secara lebih jelas.

BPK juga mengapresiasi perhatian Bupati Buleleng terhadap pengelolaan dana pendidikan.

Menurut dia, digitalisasi dan penguatan tata kelola dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan anggaran, termasuk pada program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja dan Afirmasi.

Sementara itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menegaskan komitmen pemerintah daerah itu untuk memastikan seluruh sumber pendanaan pendidikan dikelola secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat menentukan masa depan bangsa. Pemkab Buleleng senantiasa berkomitmen untuk mengoptimalkan alokasi dan pemanfaatan sumber pendanaan pendidikan agar benar-benar efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.

Sutjidra mengatakan pemeriksaan kinerja pendahuluan menjadi momentum penting bagi Pemkab Buleleng untuk mengevaluasi tata kelola pendanaan pendidikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Olahraga
Liga Champions, Barcelona U...
Olahraga
Liga Champions,  Napoli Dik...
Advertisement
Menkeu Ungkap Data Ekonomi Bulan Agustus Sinyal Postif untuk Perekonomian

Menkeu Ungkap Data Ekonomi Bulan Agustus Sinyal Postif untuk Perekonomian

10 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.