Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Usia Emas Cuma Sampai 35 Tahun, Yenny Wahid Desak Negara Beri Dana Pensiun Atlet

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 06:10 WIB | Oleh:
Usia Emas Cuma Sampai 35 Tahun, Yenny Wahid Desak Negara Beri Dana Pensiun Atlet Doc: ANTARA/Genta Tenri
Ket. Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Panjat Tebing Indonesia (PB FPTI) Yenny Wahid usai menghadiri acara lelepasan Kontingen Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (9/9).

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Panjat Tebing Indonesia (PB FPTI) Yenny Wahid mendukung penuh gagasan pembentukan dana pensiun dan peta jalan pengelolaan finansial bagi para atlet, Rabu (9/9).

"Sangat-sangat baik sekali. Terus terang kami dari panjat tebing sudah memulai walau belum berupa dana pensiun," kata Yenny di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Yenny mengatakan masa produktif atlet relatif terbatas sehingga perlu disiapkan peta jalan agar atlet tetap memiliki kondisi finansial yang baik setelah tidak lagi berada di puncak prestasi.

Ia menjelaskan PB FPTI telah memulai pelatihan inklusi keuangan bagi atlet agar mereka mampu mengelola pendapatan yang diperoleh selama berada pada usia produktif.

Menurut dia, kemampuan mengelola pendapatan menjadi penting karena atlet dapat memperoleh penghasilan dari hadiah pertandingan, tetapi periode produktif untuk meraih prestasi tidak berlangsung sepanjang karier.

"Usia produktif atlet itu sangat terbatas, ya. Mungkin di atas usia 35 tahun sudah berbeda," katanya.

Yenny mengatakan atlet perlu mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan aset dan pendapatan agar hasil yang diperoleh selama masa produktif dapat menjadi bekal untuk masa depan. Pengelolaan tersebut dapat dilakukan melalui investasi, pembelian aset, maupun mekanisme dana pensiun.

"Yang harus kita pikirkan adalah ada peta jalan bagi atlet. Ketika sudah prestasi tercapai, kemudian secara finansial dia tetap stabil memasuki masa pensiun," kata dia.

Menurut Yenny, skema dana pensiun idealnya dapat melibatkan negara, khususnya bagi atlet yang memperoleh penghasilan atau gaji dari negara.

Namun, ia menilai atlet secara mandiri juga perlu melakukan persiapan finansial secara individual karena tidak seluruh atlet berada dalam skema penggajian negara.

Menurutnya, pemerintah dapat memberikan akses bagi atlet berprestasi untuk memiliki pekerjaan setelah masa kompetitif, termasuk melalui kesempatan menjadi anggota TNI atau Polri.

"Bisa juga yang dilakukan pemerintah itu memberikan akses untuk dia bisa menjadi pegawai negeri misalnya. Bapak Prabowo sering memberikan akses untuk bisa masuk TNI atau Polri," kata Yenny.

Ia menegaskan tujuan utama dari berbagai skema tersebut adalah memberikan kepastian masa depan sehingga atlet dapat fokus mengejar prestasi selama berada pada usia produktif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Nasional
Panglima TNI Hadiri Sidang ...
Advertisement
Hasil Akhir Persija vs Arema FC: Macan Kemayoran Sikat Singo Edan 5-1, Rebut Puncak Klasemen Super League

Hasil Akhir Persija vs Arema FC: Macan Kemayoran Sikat Singo Edan 5-1, Rebut Puncak Klasemen Super League

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.