Udah Siap Belum? Harpropnas Fest 2026 Tawarkan Properti Mulai Rp450 Juta hingga Solusi KPR
📅 Rabu, 09 Sep 2026, 19:35 WIB | Oleh: Haryo BronoNamun, simulasi tersebut bukan merupakan persetujuan kredit. Apabila konsumen ingin melanjutkan proses, pengajuan tetap dilakukan melalui bank dan mengikuti analisis kredit serta kebijakan pembiayaan yang berlaku.
balé by BTN Hadirkan Solusi Pembiayaan
Sebagai Main Sponsor, balé by BTN turut menghadirkan informasi dan solusi pembiayaan untuk membantu masyarakat mempersiapkan kepemilikan rumah.
SEVP Digital Banking PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., Thomas Wahyudi, mengatakan bahwa keputusan membeli rumah perlu disertai pemahaman mengenai kemampuan membayar dan struktur pembiayaan.
“Kepemilikan rumah merupakan komitmen finansial jangka panjang. Karena itu, masyarakat perlu memahami kemampuan membayar, pilihan tenor, struktur suku bunga, serta biaya yang menyertai pembiayaan,” ujar Thomas.
Menurut dia, melalui superapps balé by BTN, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi mengenai solusi pembiayaan dengan lebih mudah sehingga keputusan finansial dapat dibuat secara lebih terencana.
Selama festival berlangsung, balé by BTN juga menawarkan sejumlah manfaat sesuai ketentuan, termasuk pembebasan biaya administrasi dan provisi untuk program yang memenuhi persyaratan.
Pengunjung yang membuka akun balé by BTN dan melengkapi data melalui microsite Rumah123 juga berkesempatan mendapatkan voucher Yoshinoya senilai Rp50.000. Sementara konsumen dari leads event yang melanjutkan proses hingga akad KPR berkesempatan memperoleh dua Annual Pass Dufan.
Seluruh program tersebut mengikuti periode, kuota, serta syarat dan ketentuan yang berlaku.
Pemerintah Dorong Kolaborasi Ekosistem Perumahan
Pembukaan Harpropnas Fest 2026 turut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Ronny Ariuly Hutahayan.
Ronny menilai akses terhadap hunian yang layak membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari penyediaan hunian, pembiayaan, hingga informasi yang membantu masyarakat mengambil keputusan.
“Akses terhadap hunian yang layak membutuhkan dukungan ekosistem yang saling terhubung, mulai dari penyediaan hunian, pembiayaan, hingga informasi yang dapat membantu masyarakat mengambil keputusan. Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat membantu lebih banyak masyarakat mempersiapkan langkah menuju kepemilikan rumah,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pendanaan dan Pembiayaan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Restog Krisna Kusuma, menyoroti kaitan antara hunian yang layak dengan perkembangan ekonomi kreatif.
Menurut dia, ekosistem ekonomi kreatif membutuhkan lingkungan yang mendukung agar masyarakat dapat berkarya secara berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!