Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Senyum, Salam, Sapa, dan Santun Satpol PP Sudahkah Mendarah Daging?

📅 Rabu, 09 Sep 2026, 08:55 WIB | Oleh:
Senyum, Salam, Sapa, dan Santun Satpol PP Sudahkah Mendarah Daging? Doc: ist
Ket. senyum sapa humanis

JAKARTA – Dalam bertindak sehari-hari Polisi Pamong Praja memiliki pedoman senyum, salam, sapa, dan santun. Warga mempertanyakan apakah pedoman tersebut sudah mandarah daging, sehingga tak ada kekerasan saat menertibkan?

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, saat menghadiri Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan HUT ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (8/9), menyatakan mereka harus makin humanis dalam bekerja.

“Kami mengapresiasi Satpol PP dan Satlinmas yang berperan penting dalam menjaga rasa aman di Jakarta. Ketertiban bukan hanya soal penegakan aturan, tetapi juga memastikan warga bisa beraktivitas dan ekonomi terus bergerak dengan nyaman,” ujarnya.

Ia menilai pendekatan humanis yang semakin diterapkan Satpol PP menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Menurutnya, ketegasan dalam menjalankan tugas harus berjalan seiring dengan komunikasi, dialog, empati, dan penghormatan kepada warga.

“Wajah Satpol PP Jakarta sekarang ini jauh lebih humanis. Dan itu terbukti di lapangan, termasuk kepercayaan publik kepada Satpol PP mengalami peningkatan yang signifikan,” tambah Gubernur Pramono.

Ia juga menyoroti penerapan gerakan 4S, yakni Senyum, Salam, Sapa, dan Santun, dalam pelaksanaan tugas Satpol PP. Ia berharap sikap tersebut terus dipertahankan tanpa mengurangi ketegasan dan kewibawaan dalam menjaga ketertiban.

Menurutnya, tantangan Jakarta semakin kompleks dan membutuhkan kesiapsiagaan. Mulai dari potensi kebakaran saat musim kemarau hingga kondisi darurat lainnya, jajaran Satpol PP harus mampu bergerak cepat dan melakukan mitigasi sejak awal.

Gubernur Pramono mencontohkan respons cepat Satpol PP ketika pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day) di kawasan Sudirman-Thamrin dihentikan lebih awal akibat paparan debu vulkanik. Jajaran Satpol PP turut bergerak membagikan masker dan berkolaborasi dengan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan serta perangkat daerah lainnya.

Jakarta sebagai kota global membutuhkan aparatur yang profesional dan adaptif. Satpol PP dan Satlinmas harus terus memperkuat integritas, kedisiplinan, kemampuan komunikasi, serta pemanfaatan teknologi dalam menjalankan tugas.

“Kalau Saudara-saudara bisa melewati ini dan kemudian wajahnya lebih humanis, tetap tegas, tetap tertib, tetap berwibawa, saya yakin wajah Jakarta akan total berubah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Pramono mengajak seluruh jajaran terus memperkuat semangat “Jaga Jakarta” menuju Jakarta sebagai kota global yang aman, tertib, nyaman, dan humanis.

“Semangat Jaga Jakarta harus terus diperkuat menuju usia lima abad. Targetnya jelas, yakni Jakarta yang aman, tertib, nyaman, humanis, sekaligus mampu membangun kepercayaan warga, pelaku usaha, dan masyarakat internasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Pramono menyampaikan rencana penyediaan markas komando (Mako) Satpol PP yang lebih representatif. Ia telah berdiskusi dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto, untuk segera mempersiapkan perencanaannya.

“Kita akan meminta Kepala Satpol PP untuk merancang, mempersiapkan, dan merencanakan kantor yang lebih representatif. Walaupun dalam posisi efisiensi, tetap kita lakukan dengan jauh lebih efisien,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengatakan penyelenggaraan Trantibumlinmas di Jakarta secara umum berjalan aman dan kondusif berkat sinergi seluruh jajaran hingga tingkat kelurahan serta keterlibatan masyarakat.

“Kami terus berbenah dan bertransformasi, salah satunya melalui gerakan 4S: Senyum, Salam, Sapa, dan Santun sebagai pedoman perilaku anggota dalam berinteraksi dengan masyarakat,” kata Satriadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...

Gempa NTT Masih Terus Berlanjut, Bahkan Mencapai Magnitudo 5

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Gempa NTT Masih Terus Berla...
Megapolitan
Senyum, Salam, Sapa, dan Sa...
Advertisement
Dokumenter Elon Musk Bikin Heboh, Sisi Kontroversial Sang Miliarder Dibongkar

Dokumenter Elon Musk Bikin Heboh, Sisi Kontroversial Sang Miliarder Dibongkar

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.