Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Kabut Asap, Siswa TK, PAUD hingga Kelas 1-2 SD di Bukittinggi Belajar dari Rumah.

📅 Rabu, 09 Sep 2026, 20:15 WIB | Oleh:
Antisipasi Kabut Asap, Siswa TK, PAUD hingga Kelas 1-2 SD di Bukittinggi Belajar dari Rumah. Doc: Antara Foto
Ket. Pemandangan kabut asap di Kota Bukittinggi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi, Sumatera Barat, menerapkan pembelajaran dari rumah bagi siswa TK dan PAUD serta siswa kelas 1 dan 2 SD sebagai upaya mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

"Penerapan pembelajaran dari rumah merupakan langkah untuk mengurangi paparan kabut asap terhadap siswa, terutama siswa-siswa yang masih berada pada usia rentan," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi Albertiusman di Bukittinggi, Rabu.

Ia mengatakan siswa usia dini dan kelas rendah menjadi kelompok yang diprioritaskan belajar dari rumah karena lebih rentan terhadap dampak paparan udara yang tidak sehat.

Meskipun belajar dari rumah, siswa tetap mengikuti pembelajaran sesuai kurikulum yang berlaku dengan instrumen pembelajaran yang telah disiapkan guru.

"Guru tetap memberikan materi dan tugas kepada siswa selama kegiatan belajar berlangsung dari rumah, sehingga proses pendidikan tetap berjalan seperti biasa," ujarnya.

Ia mengatakan siswa kelas 3 SD hingga kelas 9 SMP tetap mengikuti pembelajaran tatap muka dengan menerapkan langkah perlindungan selama kondisi udara tidak sehat.

Siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka diwajibkan menggunakan masker dan lebih banyak melakukan aktivitas di dalam ruangan.

"Kami meminta sekolah mengurangi kegiatan di luar ruangan dan memastikan siswa menggunakan masker selama kualitas udara belum membaik. Aktivitas belajar juga diupayakan tetap berlangsung di dalam kelas" kata dia.

Selain menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, siswa juga dianjurkan menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, buah dan sayuran serta memperbanyak minum air.

Ia mengatakan kebijakan pembelajaran dari rumah bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara di Kota Bukittinggi.

"Untuk kembali belajar di sekolah, kita menunggu kondisi udara yang lebih aman bagi siswa. Keputusan selanjutnya akan melihat hasil pemantauan kualitas udara", kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Targetkan Peningkatan Utilisasi Industri Kopi pada 2029
    Ulasan artikel ini menyajikan peta jalan yang sangat ...
  • Ekonomi Tiongkok Makin Ngebut! Ekspor-Impor Melonjak pada Agustus, Didukung Ledakan Industri AI
    Melihat lonjakan ekspor Tiongkok di sektor AI dan ...
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
Advertisement
Bantuan Presiden, 220 Tukang Becak Sumedang Mulai Dilatih Gunakan Becak Listrik

Bantuan Presiden, 220 Tukang Becak Sumedang Mulai Dilatih Gunakan Becak Listrik

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.