Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kota Jambi Kembangkan Urban Farming Terintegrasi Lewat Semai Agrobiopori.

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 05:00 WIB | Oleh:
Kota Jambi Kembangkan Urban Farming Terintegrasi Lewat Semai Agrobiopori. Doc: Antara Foto
Ket. Wali Kota Jambi Maulana (kiri) usai mengikuti Rakor PM ASS dan sosialisasi pengembangan pertanian perkotaan di Kota Jambi, Senin (7/9)

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi menginisiasi program urban farming terintegrasi melalui semai agrobiopori atau pemanfaatan Lubang Resapan Biopori (LRB) sebagai strategi untuk memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi Evridal Asri di Jambi, Senin, mengatakan program itu hadir sebagai respons terhadap peningkatan kebutuhan pangan dan sebagai tantangan pengelolaan lingkungan di wilayah perkotaan setempat.

Hal itu disampaikan pada Rakor PM ASS dan Sosialisasi Pengembangan Pertanian Perkotaan (Urban Farming) Semai Agrobiopori, sekaligus  penyerahan alsintan kepada kelompok tani serta penandatanganan perjanjian implementasi Agrobiopori antar Dinas Pertanian itu dengan Fakultas Pertanian Universitas Jambi.

Evridal mengatakan, Kota Jambi memiliki jumlah penduduk sekitar 654.194 jiwa dengan kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Daerah tersebut memiliki sekitar 1.332,60 hektare lahan yang terdiri atas 376,5 hektare ruang terbuka hijau dan 956,10 hektare lahan pertanian perkotaan.

"Potensi lahan perkotaan, pekarangan, dan ruang terbuka yang ada perlu dioptimalkan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat," katanya.

Kemudian Kota Jambi juga menghadapi tantangan pengelolaan sampah dengan produksi sekitar 445,78 ton per hari, katanya.

Kondisi tersebut sekaligus menjadi peluang untuk mengolah sampah organik menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian.

"Pengelolaan sampah organik diintegrasikan dengan peningkatan kualitas tanah, konservasi lingkungan, dan pengembangan urban farming melalui semai Agrobiopori," kata Elvridal.

Menurut dia, program tersebut juga mendorong pemberdayaan masyarakat serta kolaborasi lintas sektor sehingga pengembangan pertanian perkotaan dapat berjalan lebih lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan.

Pihaknya berharap program itu dapat meningkatkan ketahanan pangan masyarakat, memperbaiki kualitas lingkungan, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya lokal.

"Kami ingin ke depan membangun model urban farming berbasis teknologi agrobiopori yang inovatif dan dapat direplikasi," kata dia.

Sementara Wali Kota Jambi Maulana mengatakan Pemerintah Kota Jambi mengembangkan urban farming berbasis agrobiopori dengan mengoptimalkan lahan terbatas, pekarangan, dan lahan tidur untuk budidaya sayuran, cabai, serta tanaman pangan melalui teknologi polybag dan hidroponik.

Kemudian mengolah sampah organik menjadi kompos dan memanfaatkan lubang biopori untuk konservasi air.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.