Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Uruguay Darurat Flu Burung, Sarang Virus Ditemukan pada Unggas Rumah Tangga

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 16:33 WIB | Oleh:
Uruguay Darurat Flu Burung, Sarang Virus Ditemukan pada Unggas Rumah Tangga Doc: Shutterstock

ISTANBUL - Pemerintah Uruguay, Sabtu (4/9), menetapkan status darurat kesehatan nasional setelah virus flu burung H5 yang sangat patogen ditemukan pada unggas peliharaan skala rumah tangga, kata pejabat setempat.

Kementerian Peternakan, Pertanian, dan Perikanan, melalui Direktorat Jenderal Layanan Peternakan Uruguay mengonfirmasi adanya wabah tersebut di Colonia, departemento barat daya negara itu.

Penetapan itu dilakukan menyusul kekhawatiran kesehatan akibat kematian sejumlah unggas, Meskipun tes cepat awal menunjukkan hasil negatif, analisis laboratorium resmi berikutnya mengonfirmasi keberadaan virus tersebut.

Pihak berwenang memerintahkan "penutupan lokasi terdampak" secara nasional serta memberlakukan pembatasan ketat terhadap pergerakan unggas nonkomersial.

Arahan darurat tersebut membatasi segala pergerakan unggas peliharaan rumah tangga dan unggas yang tidak terdata di dalam negeri, namun memberikan pengecualian bagi unggas yang terdaftar dalam Sistem Pemantauan Unggas resmi.

Keputusan tersebut juga menangguhkan penyelenggaraan pameran, lelang, dan pertunjukan publik yang melibatkan spesies unggas.

Pihak berwenang mewajibkan unggas yang dipelihara secara bebas atau di halaman rumah untuk ditempatkan di dalam "fasilitas tertutup dan beratap" guna mencegah kontak dengan burung liar.

Petugas sanitasi telah memulai proses pemusnahan dan pembuangan yang aman terhadap semua unggas yang terpapar di lokasi terdampak, serta melakukan pembersihan dan disinfeksi menyeluruh terhadap material yang berpotensi terkontaminasi.

Bagi para peternak unggas, pihak kementerian merekomendasikan penerapan langkah-langkah biosekuriti yang "sangat ketat", seperti membatasi akses masuk bagi orang atau kendaraan yang tidak berkepentingan, melindungi sumber air dan pakan dari burung liar, serta memperkuat protokol disinfeksi.

Para pejabat menegaskan bahwa konsumsi daging unggas atau telur tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia, meskipun tim pertanian terus berkoordinasi dengan otoritas kesehatan untuk memantau individu yang terpapar.

Flu burung A(H5NI), subtipe sangat patogen yang terutama menginfeksi unggas namun jarang menular ke manusia melalui kontak erat, memiliki tingkat kematian yang tinggi pada manusia, meskipun penularan berkelanjutan antarmanusia belum pernah tercatat.

Masyarakat diimbau untuk tidak menyentuh atau menangani unggas yang mati atau sakit. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
Luar Negeri
Brantas Geng Kriminal, Peru...

Erupsi Anak Krakatau: Bandara Dhoho Kediri Batalkan 2 Penerbangan

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Erupsi Anak Krakatau: Banda...
Advertisement
Erupsi 25 Jam Berakhir! PVMBG: Anak Krakatau Masih Berbahaya, Status Siaga Masih Berlaku

Erupsi 25 Jam Berakhir! PVMBG: Anak Krakatau Masih Berbahaya, Status Siaga Masih Berlaku

06 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.