Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Camat Rancasari di Kota Bandung Gelar Festival Olahraga Tradisional untuk Kenalkan Permainan Rakyat kepada Generasi Muda

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 16:22 WIB | Oleh:
Camat Rancasari di Kota Bandung Gelar Festival Olahraga Tradisional untuk Kenalkan Permainan Rakyat kepada Generasi Muda  Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Kecamatan Rancasari Kota Bandung menggelar Festival Olahraga Tradisional sebagai upaya mengenalkan sekaligus melestarikan permainan tradisional kepada generasi muda, khususnya anak-anak tingkat SD/MI.

Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari sejumlah unsur terkait, di antaranya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), serta pimpinan DPRD Kota Bandung, Dr H Edwin Senjaya, SE, MM.

Kegiatan yang telah memasuki tahun keempat ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal kembali beragam permainan tradisional yang merupakan bagian dari kekayaan budaya Kota Bandung.

Selain berolahraga, para peserta juga diajak berinteraksi, berkreasi, dan mengisi waktu luang melalui kegiatan yang positif dan menyenangkan.

Camat Rancasari, Shinta Parmawati, mengatakan pengenalan olahraga tradisional kepada anak-anak penting dilakukan di tengah perkembangan permainan modern dan semakin dekatnya penggunaan gawai dengan kehidupan sehari-hari.

“Yang utama adalah memperkenalkan permainan tradisional kepada anak-anak, khususnya yang di sekolah dasar. Anak-anak jadi mengetahui bahwa Kota Bandung ini kaya akan permainan tradisional. Mereka juga bisa berkreasi, berekspresi, serta menghabiskan waktu luang dengan kegiatan seperti ini,” ujar dia.

Menurut dia, permainan tradisional tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga agar generasi saat ini tetap mengenal budaya yang telah berkembang di masyarakat sejak dahulu.

Festival tersebut diikuti oleh peserta dari sekitar 14 SD/MI di Kecamatan Rancasari. Sejumlah olahraga tradisional yang dipertandingkan antara lain hadangan, bakiak, balok, egrang, sumpitan, dan dagongan.

Selain memperkenalkan kembali olahraga tradisional, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi anak-anak dari berbagai sekolah untuk bersilaturahmi dan membangun kebersamaan.

“Manfaatnya banyak sekali. Selain anak-anak bisa bersilaturahmi dan berkenalan dengan teman dari sekolah maupun usia yang berbeda, kegiatan ini juga bisa mempererat kebersamaan dan menambah wawasan generasi penerus tentang pentingnya permainan atau olahraga tradisional,” kata dia.

Ke depan, Camat Rancasari berharap festival olahraga tradisional dapat dikembangkan hingga tingkat Kota Bandung sehingga anak-anak dari berbagai kecamatan memiliki ruang yang lebih luas untuk mengenal, memainkan, dan melestarikan permainan tradisional.

“Mudah-mudahan ada festival tingkat kota, sehingga anak-anak bisa berekspresi bukan hanya di tingkat kecamatan, tetapi juga di tingkat Kota Bandung dan dapat diikuti oleh kecamatan-kecamatan lainnya. Saya yakin kalau diberikan permainan tradisional seperti ini, anak-anak sekarang sangat antusias,” tutur dia.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Apep Wahid, mengatakan festival tersebut merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali olahraga tradisional agar tidak tergerus perkembangan zaman. Permainan tradisional juga dinilai dapat menjadi alternatif aktivitas bagi anak-anak untuk mengurangi waktu yang dihabiskan dengan gawai.

“Tujuannya untuk memeriahkan dan menghidupkan kembali olahraga tradisional. Jangan sampai olahraga tradisional tergerus zaman bahkan hilang. Sekarang kita gali lagi supaya anak-anak tingkat SD tidak banyak bermain HP,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Luar Negeri
Peru Resmi Ceraikan Hubunga...
Luar Negeri
Azerbaijan Kecewa Resolusi ...
Daerah
Keracunan MBG Sidoarjo, Seb...

Disdagin Kota Bandung Dorong UMKM Naik Kelas

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Disdagin Kota Bandung Doron...
Advertisement
PBB Laporkan Suhu Dunia Lampaui 1,5 Derajat Celsius, Risiko Bencana dan Ancaman Kesehatan Meningkat

PBB Laporkan Suhu Dunia Lampaui 1,5 Derajat Celsius, Risiko Bencana dan Ancaman Kesehatan Meningkat

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.