Bazar Murah Utama Bantu Warga Kota Bandung Penuhi Kebutuhan Pokok dengan Harga Terjangkau
📅 Rabu, 02 Sep 2026, 16:28 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) kembali menggelar Bazar Murah Utama (Basmut) 2026 di 30 kecamatan. Memasuki hari kedua pelaksanaan pada Selasa 1 September 2026, kegiatan berlangsung di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Astanaanyar dan Kecamatan Cicendo.
Pelaksanaan Basmut dilakukan secara bertahap selama 10 hari, mulai 31 Agustus hingga 11 September 2026. Kegiatan ini menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sebagai salah satu upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat dan membantu pengendalian inflasi.
Kepala Disdagin Kota Bandung, Roni Ahmad Nuruddin, mengatakan Basmut merupakan langkah pemerintah dalam menjaga ketersediaan sekaligus keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat.
“Ini dalam rangka pengendalian inflasi, pengendalian ketersediaan, dan keterjangkauan harga barang pokok masyarakat,” ucap Roni.
Dalam pelaksanaannya, Disdagin berkolaborasi dengan kewilayahan, Perum Bulog, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta sejumlah distributor. Berbagai kebutuhan pokok tersedia dalam bazar, seperti beras, minyak goreng, telur, daging ayam, dan daging sapi.
Menurut Roni, beras dan minyak goreng menjadi komoditas yang paling banyak diminati masyarakat.
“Dari Bulog, masyarakat kelihatan antusias kepada beras dan minyak yang lain seperti telur, daging ayam, dan daging sapi juga kita sediakan,” tutur Roni.
Ketua Tim Bazar Murah Utama 2026 Disdagin Kota Bandung, Astri Sri Kusendang, menyebut kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk mendekatkan kebutuhan pokok kepada masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.
“Alhamdulillah, kegiatan ini dirasa penting karena kita ingin membantu masyarakat mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan lebih dekat, yang tentunya harganya juga lebih murah,” ungkap Astri.
Antusiasme masyarakat terlihat di sejumlah titik pelaksanaan, termasuk Kecamatan Astanaanyar. Warga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk membeli kebutuhan rumah tangga dengan harga yang dinilai lebih ringan dibandingkan harga di pasaran.
Salah seorang warga, Ani Maryani, mengaku terbantu dengan harga yang ditawarkan dalam bazar. “Ya, murah, harganya terjangkau untuk masyarakat kecil seperti saya,” kata Ani.
Ia menilai perbedaan harga antara bazar dan pasar cukup terasa. Salah satu produk yang dibelinya, misalnya, dijual sekitar Rp12.000 per kilogram. Sementara itu, harga produk serupa di pasar menurutnya dapat mencapai sekitar Rp14.000 hingga Rp14.600 per kilogram.
Ani Maryati juga memanfaatkan bazar untuk membeli beras sebagai persediaan kebutuhan rumah tangga. “Lebih murah dan lebih meringankan beban masyarakat,” tutur dia.
Selain menyediakan kebutuhan pokok, pelaksanaan Basmut juga diramaikan oleh UMKM setempat serta sejumlah layanan administrasi bagi masyarakat, termasuk pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!