Panggul Neanderthal Ungkap Mengapa Cara Berjalan Pria dan Wanita Berbeda
📅 Selasa, 01 Sep 2026, 07:18 WIB | Oleh: Haryo BronoPETUNJUK mengenai persoalan tersebut datang dari penelitian Departemen Anatomi dan Antropologi Tel Aviv University yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports. Studi ini menunjukkan bahwa bentuk panggul Neanderthal bukan merupakan penyimpangan dari pola anatomi manusia modern seperti yang selama ini diperkirakan. Sebaliknya, hasil perbandingan anatomi mengarah pada dugaan bahwa panggul pria modern justru mengalami inovasi evolusioner yang cukup besar.
Para peneliti mengusulkan bahwa perubahan pada panggul pria modern menghasilkan suatu sistem biomekanik yang dapat menyerap guncangan, menyimpan energi, kemudian mengembalikannya pada setiap langkah. Mekanisme ini berpotensi membuat aktivitas berjalan menjadi lebih efisien, terutama ketika manusia harus menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki.
Berjalan dengan dua kaki atau bipedalisme merupakan salah satu karakteristik penting manusia. Ketika seseorang berjalan, tubuh tidak bergerak dalam garis lurus. Pusat massa tubuh bergerak naik dan turun secara berulang pada setiap langkah.
Saat tubuh bergerak turun, panggul dan tungkai menerima beban mekanis. Tubuh kemudian harus kembali bergerak ke atas untuk melanjutkan langkah berikutnya. Proses sederhana ini sebenarnya merupakan rangkaian mekanisme biomekanik yang kompleks. Otot, tulang, sendi, tendon, dan ligamen bekerja bersama untuk menjaga keseimbangan sekaligus menggerakkan tubuh ke depan.
Menurut model yang diajukan para peneliti, bentuk panggul tertentu dapat membantu mengurangi energi yang diperlukan dalam proses tersebut. Kuncinya berada pada hubungan antara posisi sendi panggul, bentuk tulang panggul, serta otot paha bagian depan. Perbedaan struktur ini pada manusia modern diduga berkaitan erat dengan perjalanan evolusi manusia di masa lalu.
Dua Panggul
Penelitian dipimpin oleh Profesor Yoel Rak dari Tel Aviv University, dengan melibatkan peneliti dari sejumlah institusi di Spanyol, Technion, Bar-Ilan University, dan Ono Academic College.
Para peneliti memusatkan perhatian pada dua panggul Neanderthal jantan yang kondisinya relatif lengkap. Salah satu spesimen berasal dari Gua Kebara di Israel, sedangkan spesimen lainnya ditemukan di Sima de los Huesos, Spanyol. Keduanya kemudian dibandingkan dengan puluhan panggul manusia modern.
Meskipun berukuran besar dan memiliki karakteristik tubuh yang kokoh, panggul Neanderthal jantan ternyata dalam banyak ukuran dan proporsi lebih menyerupai panggul wanita modern daripada panggul pria modern. Temuan ini menjadi bagian penting dari interpretasi baru mengenai evolusi panggul.
Selama beberapa dekade, peneliti cenderung menempatkan panggul Neanderthal sebagai bentuk anatomi yang menyimpang. Namun, hasil penelitian terbaru menawarkan kemungkinan sebaliknya: jika panggul Neanderthal jantan memiliki kemiripan dengan panggul wanita modern, konfigurasi tersebut kemungkinan besar merupakan bentuk yang lebih dekat dengan kondisi leluhur (ancestral state).
Dengan kata lain, panggul Neanderthal dan wanita modern mempertahankan karakteristik leluhur, sementara panggul pria modern mengalami pergeseran bentuk yang lebih signifikan. Alih-alih bertanya mengapa panggul Neanderthal berbeda, peneliti kini bertanya mengapa panggul pria modern berkembang menjadi bentuk baru tersebut.
Posisi Sendi Panggul
Salah satu perbedaan utama berkaitan dengan lokasi sendi panggul. Pada pria modern, sendi panggul berada lebih ke depan pada cincin panggul dibandingkan dengan wanita modern dan Neanderthal jantan.
Dalam model penelitian tersebut, posisi sendi panggul yang lebih ke depan memungkinkan otot paha bagian depan berperan seperti pegas. Ketika tubuh bergerak turun saat berjalan, energi mekanis disimpan sementara dan dilepaskan kembali ketika tubuh bergerak ke atas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!