Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jaga Produksi Padi, Pemkab Sumedang Optimalkan Irigasi Tersier

📅 Senin, 31 Agu 2026, 13:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jaga Produksi Padi, Pemkab Sumedang Optimalkan Irigasi Tersier Doc: ANTARA
Ket. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumedang Tono Suhartono saat diwawancarai oleh ANTARA di Sumedang, Jawa Barat.

SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, mengoptimalkan perbaikan dan pembangunan jaringan irigasi tersier untuk menjaga pasokan air ke lahan pertanian menghadapi potensi kekeringan panjang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumedang, Tono Suhartono, di Sumedang, Senin (31/8), mengatakan penguatan tersebut menjadi langkah mitigasi pemerintah daerah untuk menjaga produktivitas pertanian pada musim tanam ketiga dan keempat.

"Untuk masa tanam 3 dan 4, karena menurut BMKG kita ini akan mengalami kekeringan yang sangat panjang, pemerintah daerah berupaya memitigasi bencana tersebut dengan memperbaiki irigasi yang rusak ataupun membangun potensi-potensi irigasi," katanya.

Data Pemerintah Kabupaten Sumedang mencatat pada 2026 ditargetkan rehabilitasi dan pemeliharaan 32 unit jaringan irigasi usaha tani, yang menjadi bagian penting dalam mendukung pengairan lahan pertanian. Hingga triwulan pertama, sebanyak delapan unit telah terealisasi.

Tono mengatakan penguatan jaringan irigasi tersebut diperlukan karena kekeringan mulai berdampak terhadap sejumlah wilayah pertanian dan berpotensi menyebabkan penurunan produksi padi, tetapi angka penurunan secara rinci belum dapat dipastikan karena masih berupa proyeksi.

"Memang ada beberapa lokasi yang mengalami penurunan produksi, namun masih rata-rata antara 10 sampai 25 persen. Jadi untuk angka pastinya masih perlu pendataan lebih lanjut," ujarnya.

Salah satu wilayah yang mengalami dampak kekeringan berada di Desa Sari Mekar, Kecamatan Jatinunggal, sementara Kecamatan Tanjungkerta juga menjadi salah satu wilayah yang terdampak kekeringan terhadap produksi pertanian.

Selain memperbaiki jaringan irigasi tersier, DKPP Sumedang juga mengembangkan irigasi perpompaan dan sumber-sumber air potensial berskala kecil untuk membantu memenuhi kebutuhan air lahan pertanian.

"Untuk irigasi itu kewenangan Dinas Pertanian, ada jaringan irigasi tersier, irigasi perpompaan, termasuk dam parit yang skalanya kecil. Sedangkan untuk skala besar menjadi kewenangan PU," katanya.

Upaya tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan peran penyuluh pertanian sebagai verifikator untuk mengidentifikasi kebutuhan di lapangan dan mengusulkan penanganan jaringan irigasi kepada Kementerian Pertanian.

Meski terdapat potensi penurunan produksi di sejumlah wilayah, kondisi pangan Kabupaten Sumedang secara umum masih surplus.

Produksi padi pada 2025 mencapai sekitar 294 ribu ton, sedangkan kebutuhan konsumsi sekitar 103 ribu ton, sehingga terdapat surplus sekitar 191 ribu, sementara stok Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Sumedang saat ini sekitar 319 ton.

Kondisi tersebut menjadi modal pemerintah daerah untuk menjaga ketahanan pangan sembari memperkuat irigasi pertanian menghadapi potensi kekeringan panjang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jjroyal-luwak
Rona
"Spider-Man" Untung Besar d...
Megapolitan
Ormas Terlibat Kerusuhan Su...
Megapolitan
Pameran Komik Lokal Jadi Wa...
Advertisement
Tutup Muktamar NU, Prabowo Ungkap Kalau Indonesia Tolak Pinjaman IMF karena Masih Mampu

Tutup Muktamar NU, Prabowo Ungkap Kalau Indonesia Tolak Pinjaman IMF karena Masih Mampu

31 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Anggota AHWA Hasil Muktamar NU ke-35
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.