Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dukung Swasembada Energi, Pemerintah Gandeng PGN Optimalkan Jargas Gresik-Sidoarjo

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 09:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dukung Swasembada Energi, Pemerintah Gandeng PGN Optimalkan Jargas Gresik-Sidoarjo Doc: PGN
Ket. Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman didampingi Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Agung Kuswardono serta Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta kunjungi jaringan gas bumi di Gresik dan Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (21/9/2026

JAKARTA - Pemerintah menggandeng PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk mengoptimalkan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga di Gresik dan Sidoarjo, Jawa Timur, guna memperluas akses masyarakat terhadap gas bumi yang aman, andal dan berkelanjutan.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Kuswardono mengatakan pembangunan jaringan gas bumi terus dilanjutkan seiring semakin terkoneksinya infrastruktur gas bumi nasional.

“Semakin banyak masyarakat yang terhubung dengan jaringan gas bumi maka semakin luas pemanfaatan energi domestik yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” kata Agung dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Selasa.

Hal tersebut disampaikan Agung dalam agenda kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman yang didampingi oleh Agung Kuswardono serta Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta ke jaringan gas bumi di Gresik dan Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (21/9).

Menurut dia, pengembangan jaringan gas bumi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi beban subsidi energi terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pada 2025-2026, pemerintah sedang membangun sekitar 119.379 sambungan rumah (SR) jaringan gas bumi yang tersebar di 15 kabupaten/kota.

Dari jumlah tersebut, sekitar 7.000 SR masing-masing telah dibangun di Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo.

Pemerintah, lanjut Agung, mulai mempercepat pembangunan jaringan pada tahun ini dengan target mencapai 1 juta SR hingga 2028.

"Mulai tahun ini pemerintah akan melakukan pembangunan jargas secara masif, hingga tahun 2028 ditargetkan terbangun jargas sebanyak 1 juta SR," ujar dia.

Konektivitas jaringan transmisi gas, salah satunya Pipa Cirebon-Semarang, menurut dia, menjadi fondasi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi domestik, termasuk untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengatakan pengembangan jaringan gas bumi merupakan bagian dari program prioritas pemerintah untuk mendukung swasembada energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.

Pembangunan jaringan gas kota juga masuk dalam Program Kerja Prioritas Nasional pada Rencana Kerja Pemerintah 2027, sementara pembangunan jaringan gas perkotaan tercantum sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional dalam RPJMN 2025-2029 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.

Kunjungan kerja Dudung ke Gresik dan Sidoarjo bersama Agung serta Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta juga dilakukan untuk meninjau persiapan pengoperasian jaringan gas bumi yang dibangun melalui APBN tahun anggaran 2025-2026.

Ditjen Migas Kementerian ESDM sebelumnya telah membangun jaringan gas bumi menggunakan APBN sebanyak 4.000 SR di Gresik sejak 2022 dan 29.961 SR di Sidoarjo sejak 2010 dengan PGN sebagai operator.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Megapolitan
Gampang SSK Harus Dirasakan...
Olahraga
Menghitung Peluang Janice J...
Nasional
Keadilan bagi Korban HAM Ma...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.