Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sabalenka dan Pegula Sambut Kenaikan Hadiah US Open, Pemain Dapat Peran Lebih Besar

📅 Minggu, 30 Agu 2026, 07:20 WIB | Oleh:
Sabalenka dan Pegula Sambut Kenaikan Hadiah US Open, Pemain Dapat Peran Lebih Besar Doc: WTA
Ket. Aryna Sabalenka.

NEW YORK – Aryna Sabalenka dan Jessica Pegula menyambut positif peningkatan hadiah uang (prize money) US Open serta pembentukan dewan penasihat pemain Grand Slam. Keduanya menilai perkembangan tersebut menjadi tanda bahwa perjuangan para petenis untuk mendapatkan bagian pendapatan turnamen yang lebih besar mulai membuahkan hasil.

US Open tahun ini mencatat rekor dengan total hadiah mencapai 108 juta dolar AS atau sekitar 1,8 triliun rupiah. Bersamaan dengan itu, empat turnamen Grand Slam juga mengumumkan rencana membentuk Grand Slam Player Advisory Council, sebuah dewan penasihat yang akan memberikan ruang lebih besar bagi pemain dalam berbagai keputusan yang memengaruhi dunia tenis.

Langkah tersebut muncul setelah tekanan dari para pemain papan atas meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Mereka menuntut pembagian pendapatan turnamen yang lebih adil sekaligus keterlibatan yang lebih besar dalam pengambilan keputusan.

Petenis nomor satu dunia, Sabalenka, merupakan salah satu pemain yang vokal mendukung peningkatan kompensasi bagi atlet. Ia menilai perkembangan terbaru dapat membantu meredakan ketegangan antara pemain dan penyelenggara turnamen.

“Kami sangat senang karena akhirnya sampai pada titik yang sejak awal kami inginkan,” ujar Sabalenka.

Petenis Belarusia itu berharap situasi ke depan menjadi lebih harmonis sehingga para pemain tidak perlu lagi melakukan aksi protes terhadap penyelenggara turnamen maupun media.

“Semoga ke depannya kami tidak perlu memboikot media atau turnamen atau apa pun. Kami semua akan bahagia, dan itulah yang sejak awal kami inginkan.”

Sabalenka dan petenis nomor satu dunia putra, Jannik Sinner, sebelumnya termasuk pemain papan atas yang membatasi sesi media menjelang Prancis Open dan Wimbledon tahun ini.

Dalam aksi tersebut, sejumlah pemain hanya menjalani kewajiban media selama maksimal 15 menit sebagai bentuk protes terhadap besaran bagian pendapatan turnamen yang dialokasikan untuk hadiah pemain.

Angka 15 menit tersebut sengaja dipilih sebagai simbol dari sekitar 15 persen pendapatan turnamen yang selama ini diberikan kepada pemain dalam bentuk hadiah uang.

Jessica Pegula, petenis Amerika Serikat yang kini menempati peringkat ketiga dunia, menilai persatuan antara pemain putra dan putri menjadi salah satu faktor penting di balik perubahan tersebut.

Pegula selama ini mengambil peran kepemimpinan dalam pembicaraan antara pemain dan badan-badan pengelola tenis.

“Saya pikir luar biasa melihat apa yang mampu dicapai para pemain. Mereka belum pernah memiliki sesuatu seperti ini, terutama dengan Grand Slam yang bisa membentuk sebuah dewan, kontribusi untuk kesejahteraan pemain, dan kemudian peningkatan hadiah uang lagi,” kata Pegula.

Menurutnya, berbagai inisiatif tersebut merupakan hasil dari tekanan yang terus diberikan pemain agar memiliki suara lebih besar dalam olahraga yang selama bertahun-tahun dinilai memiliki struktur pengelolaan terfragmentasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...

TNI Diharapkan Makin Profesional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
TNI Diharapkan Makin Profes...
Nasional
Parasut Statik Satria 402 K...
Luar Negeri
Ukraina Serang Moskwa denga...
Advertisement
Drama VAR dan Penalti, Atletico Madrid Pecundangi Real Madrid di Laga Derby Membara!

Drama VAR dan Penalti, Atletico Madrid Pecundangi Real Madrid di Laga Derby Membara!

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.