Zverev Mulai Mengincar Peringkat Satu Dunia
📅 Selasa, 15 Sep 2026, 06:52 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: ANGELA WEISS / AFP
NEW YORK – Petenis Jerman Alexander Zverev tidak lagi sekadar menjadi seorang yang nyaris juara. Setelah bertahun-tahun dihantui kegagalan di panggung Grand Slam, Zverev kini telah memiliki dua gelar major dan mulai menatap tantangan yang lebih besar: menjadi pemain nomor satu dunia.
Zverev memastikan gelar US Open setelah menundukkan petenis Amerika Serikat, Ben Shelton, dalam empat set, 6-3, 7-6 (7-2), 5-7, 6-2, di Arthur Ashe Stadium, New York, Senin (14/9) dini hari WIB. Gelar tersebut melengkapi musim luar biasa Zverev setelah menjuarai Prancis Open.
Kemenangan di New York sekaligus menuntaskan luka lama. Enam tahun lalu, Zverev hampir mengangkat trofi US Open ketika unggul dua set atas Dominic Thiem di final 2020. Bahkan, dia sempat melakukan servis untuk memenangi pertandingan pada set kelima. Namun, gelar itu akhirnya lepas.
Kini, penantian tersebut terbayar. Zverev bukan hanya menjadi juara, tetapi juga memasuki fase baru dalam kariernya. Dengan petenis nomor satu dunia Jannik Sinner sedang menepi karena cedera lutut, peluang Zverev untuk merebut posisi teratas semakin terbuka.
“Saya pikir Tuhan melihat betapa keras kami bekerja, betapa banyak kami menderita, dan berapa banyak rasa sakit yang dilalui,” ujar Zverev seusai menerima trofi.
Melawan Shelton, unggulan kedelapan yang mendapat dukungan penuh penonton tuan rumah, Zverev menunjukkan kelasnya. Servisnya sulit ditembus dan pukulan dari kedua sisi lapangan mampu membuat Shelton berada dalam tekanan sejak awal.
Zverev merebut gim pertama pertandingan setelah Shelton melakukan double fault saat menghadapi break point. Ia kemudian menutup set pertama dengan kesalahan lawan. Pada set kedua, Shelton mencoba bangkit dan memaksakan tie-break, tetapi Zverev tampil tanpa ampun untuk unggul dua set.
Shelton belum menyerah. Dukungan penonton membuatnya menemukan kembali keberanian pada set ketiga. Ia memanfaatkan sejumlah kesalahan tidak biasa Zverev dan merebut set tersebut 7-5.
Namun, harapan Amerika Serikat untuk mengakhiri penantian 23 tahun gelar Grand Slam tunggal putra kembali pupus. Pada gim pertama set keempat, Zverev memaksa Shelton menjalani reli 24 pukulan sebelum pukulan backhand petenis Amerika itu melebar. Break tersebut menjadi titik balik terakhir.
Zverev terus melaju dan mengakhiri pertandingan dengan servis Shelton yang melebar. Ia mengangkat kedua tangannya, merayakan gelar yang mungkin menjadi awal dari sesuatu yang lebih besar. “Saya tahu 99,9 persen orang menginginkan Ben menang, jadi minta maaf,” ujar Zverev sambil tersenyum.
Shelton sendiri mengakui kehebatan lawannya. Ia memuji servis, pergerakan, serta etos kerja Zverev yang menurutnya lebih keras dibandingkan pemain mana pun yang ia kenal. ben/AFP/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!