Wali Kota: Kuliner dan Sport Tourism Jadi Peluang Besar Gerakkan Ekonomi Bandung
📅 Sabtu, 29 Agu 2026, 16:27 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mendorong penguatan industri kuliner dan sport tourism sebagai salah satu penggerak ekonomi Kota Bandung sekaligus Jawa Barat. Menurutnya, geliat olahraga, pariwisata dan kuliner memiliki efek berantai yang mampu membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Farhan saat menghadiri pelantikan pengurus Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) Jawa Barat periode 2026–2031 di Rumah Makan Sindang Reret Kota Bandung, Rabu (26/8) lalu.
Wali Kota Farhan menilai keberadaan Persib Bandung sebagai salah satu kekuatan sepak bola nasional turut memberikan dampak ekonomi bagi Kota Bandung. Terlebih, Persib kini memiliki hak eksklusif dalam pengelolaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
“Persib itu generate a lot of economy. Dengan hak eksklusif mereka mengelola GBLA, memberikan peluang banyak sekali untuk para pengusaha untuk masuk ke seputaran GBLA dan membangun wisata kuliner di sana,” kata Wali Kota Farhan.
Menurut dia, pertandingan Persib juga mampu menarik penonton dari luar Kota Bandung sehingga memberikan dampak langsung terhadap sektor usaha, khususnya kuliner dan akomodasi.
Wali Kota Farhan mengatakan sport tourism merupakan salah satu sektor yang dapat diandalkan untuk mendatangkan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Ia mencontohkan berbagai kegiatan olahraga seperti lomba lari yang pesertanya banyak berasal dari luar Bandung. Para peserta tersebut tidak hanya mengikuti kegiatan olahraga, tetapi juga menginap, makan, berbelanja dan berwisata di Bandung.
“Sport tourism ini mendatangkan banyak sekali rezeki ke Kota Bandung,” ujar dia.
Menurut Wali Kota Farhan, kondisi tersebut menciptakan trickle down effect karena aktivitas wisatawan turut memberikan keuntungan bagi berbagai sektor usaha.
“Orang luar Bandung datang ke Bandung jadi peserta selama dua malam. Ini peluang yang kita sebut sebagai trickle down effect,” ujar dia.
Wali Kota Farhan juga menilai kuliner merupakan bagian penting dari budaya dan identitas Kota Bandung. Ia mengutip pernyataan Gubernur Jawa Barat bahwa orang datang ke Bandung pada dasarnya memiliki dua alasan utama yakni tidur dan makan.
“Bisnis kuliner dan bisnis akomodasi di Kota Bandung menjadi sangat penting. Inilah sebabnya saya sangat menghargai hadirnya asosiasi kafe dan restoran atau AKAR,” ungkap dia.
Ia berharap, AKAR dapat menjadi wadah kolaborasi sekaligus komunikasi bagi para pelaku usaha, bukan menjadi kartel yang membatasi persaingan.
Menurut dia, persaingan sehat justru dibutuhkan agar industri kuliner Jawa Barat semakin kuat dan memiliki daya saing.
“Tantangan kita semua adalah bagaimana memperkuat kebersamaan antar pelaku usaha. Gesekan kepentingan para pelaku usaha bukanlah hal yang perlu kita hindari dalam kerangka persaingan yang sehat,” ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!