Karhutla Singkawang Berdampak ke Pendidikan hingga Penerbangan, Pemkot Bergerak.
📅 Sabtu, 29 Agu 2026, 17:57 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul dampak asap yang mulai mengganggu aktivitas masyarakat, pendidikan, kesehatan hingga mobilitas melalui transportasi udara.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan, karhutla yang berlangsung selama beberapa pekan masih menjadi perhatian pemerintah daerah dengan sedikitnya 12 titik yang membutuhkan penanganan.
"Dampaknya dirasakan dari sisi ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Dari sisi udara atau ISPU, kondisi udara kita sudah tidak sehat," kata Tjhai Chui Mie di Singkawang, Sabtu.
Kondisi kualitas udara tersebut mendorong Pemkot Singkawang mengambil langkah untuk mengurangi aktivitas pembelajaran tatap muka. Saat ini kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik dilakukan secara daring sebagai upaya mengurangi paparan asap.
Selain sektor pendidikan, karhutla juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Kondisi asap dan cuaca mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Singkawang sehingga akses masyarakat menuju maupun keluar daerah ikut terdampak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tjhai Chui Mie mengatakan, pemerintah bersama TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, BPKS dan Masyarakat Peduli Api (MPA) terus melakukan pemadaman dengan strategi pengepungan terhadap titik api.
Upaya penanganan juga diperkuat dengan penyediaan sumber air untuk mendukung operasi pemadaman. TNI telah membuka tiga sumur bor dan pemerintah daerah menyiapkan penambahan apabila kebutuhan air di lapangan masih belum mencukupi.
"Kita juga akan membuat saluran agar api tidak merambat dari satu lahan ke lahan lainnya," ujarnya.
Pemkot Singkawang juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat dan pihak swasta yang ikut membantu penanganan karhutla, antara lain dengan menyuplai air dan membantu penyemprotan di lokasi kebakaran.
"Ini menjadi kebanggaan kita karena masyarakat ikut bergerak," katanya.
Untuk mempercepat koordinasi, pemerintah daerah telah membentuk posko penanganan karhutla di Singkawang Selatan dan Singkawang Utara serta posko pusat di Kantor Wali Kota Singkawang. Pemantauan terhadap kondisi lapangan dilakukan secara berkelanjutan oleh tim gabungan.
Di tengah kondisi tersebut, Pemkot Singkawang juga menggandeng tokoh lintas agama untuk melakukan doa bersama memohon turunnya hujan sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi karhutla.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang Muhlis mengatakan pihaknya juga telah mengimbau masjid-masjid untuk mendoakan turunnya hujan dalam khutbah dan pelaksanaan salat Jumat.
"Mudah-mudahan hujan segera turun," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!