Shelton Ingin Bangkit di US Open Setelah Musim yang Penuh “Roller Coaster”
📅 Jumat, 28 Agu 2026, 00:25 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraNEW YORK — Ben Shelton datang ke US Open 2026 dengan tekad membayar kekecewaan dari sejumlah penampilan buruk di Grand Slam sepanjang musim ini. Keberhasilannya mempertahankan gelar Canadian Open menjadi suntikan kepercayaan diri penting bagi petenis muda Amerika Serikat tersebut.
Shelton, yang kini menempati peringkat sembilan dunia, telah mengoleksi empat gelar sepanjang musim yang ia gambarkan sebagai sebuah “roller coaster”. Performa impresif di sejumlah turnamen berbanding terbalik dengan hasil mengecewakan di ajang Grand Slam.
Petenis berusia 23 tahun itu memang mampu mencapai perempat final Australian Open. Namun, langkahnya terhenti di babak kedua Prancis Open dan ia bahkan langsung tersingkir pada putaran pertama Wimbledon.
Kini, Shelton mencoba membuka lembaran baru. Keberhasilannya mempertahankan gelar Canadian Open di Montreal menjadi modal berharga sebelum tampil di New York.
Shelton menjuarai turnamen tersebut tanpa kehilangan satu set pun. Ia juga merasa masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan permainan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya merasa bermain jauh lebih klinis dan lebih fokus. Pada beberapa momen, saya menjadi pengembali servis yang sangat bagus,” ujar Shelton kepada wartawan di Montreal setelah mengalahkan Brandon Nakashima.
“Namun, cara saya mematahkan servis lawan, bagaimana saya melakukannya, kemampuan saya bermain bertahan maupun menyerang, membuat saya senang melihat perkembangan permainan saya.”
Shelton menilai penampilannya di lapangan keras sepanjang musim terus mengalami peningkatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Sepanjang musim ini di lapangan keras, saya merasa semakin baik di setiap turnamen. Jadi, saya benar-benar tidak sabar melihat seberapa besar dampak yang bisa saya berikan ke depannya,” katanya.
Shelton tidak hanya membawa ambisi pribadi ke New York. Ia juga memikul harapan besar publik Amerika Serikat yang sudah lama menantikan juara Grand Slam putra dari negaranya.
Sudah lebih dari dua dekade sejak petenis putra Amerika Serikat terakhir kali mengangkat trofi tunggal US Open. Andy Roddick menjadi pemain terakhir yang melakukannya pada 2003 setelah mengalahkan Juan Carlos Ferrero di final.
Kini, Shelton muncul sebagai salah satu kandidat terkuat Amerika untuk mengakhiri penantian tersebut.
Legenda tenis Amerika, Roddick, bahkan menilai Shelton memiliki peluang serius untuk menjadi juara jika dua pemain teratas dunia, Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz, tidak berada dalam kondisi terbaik.
Dalam episode podcast “Served with Andy Roddick” yang dirilis pada Agustus sebelum Sinner menyatakan mundur dari US Open tahun ini, Roddick mengatakan Shelton bisa menjadi penantang serius.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!