Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Ribuan Massa Kepung Parlemen, Desak Perampasan Aset hingga Hukuman Mati Koruptor

29 Jumat, 28 Agu 2026, 03:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ribuan Massa Kepung Parlemen, Desak Perampasan Aset hingga Hukuman Mati Koruptor Ribuan Massa Kepung Parlemen, Desak Perampasan Aset hingga Hukuman Mati Koruptor Doc: Antara
Ket. Aparat kepolisian membubarkan massa aksi yang bertahan di depan Gedung DPR RI, Kamis (27/8) malam.

Jakarta - Massa pengunjuk rasa di Indonesia terlibat bentrokan dengan polisi pada Kamis (27/8) malam ketika ribuan orang berunjuk rasa menuju gedung parlemen untuk menuntut hukuman yang lebih berat bagi pejabat korup di negara yang selama ini masih dibayangi persoalan korupsi di sektor publik maupun swasta.

Saat malam tiba dan sebagian besar demonstran telah membubarkan diri, bentrokan kembali terjadi. Pengunjuk rasa melemparkan berbagai benda ke arah polisi, yang kemudian menembakkan gas air mata dan mengerahkan mobil meriam air untuk membubarkan massa.

Reporter AFP melihat demonstran membakar sebuah pos polisi dan sepeda motor. Sejumlah orang juga terlihat dievakuasi menggunakan tandu.

Sebelumnya, polisi antihuru-hara berhasil menjaga demonstran tetap berada di luar gerbang gedung parlemen yang telah ditutup. Di lokasi, massa membentangkan bendera merah putih berukuran beberapa meter dan memasang spanduk bertuliskan, "Koruptor semakin kaya, rakyat semakin menderita."

Sejumlah demonstran mengenakan helm sepeda motor serta masker atau kain penutup wajah. Mereka sempat berupaya merobohkan gerbang gedung parlemen, tetapi tidak berhasil. Sebagian lainnya melemparkan sampah dan berbagai benda melewati gerbang.

Di luar gerbang, sejumlah massa terlihat menjaga tumpukan sampah yang dibakar di jalan.

Kepolisian Jakarta sebelumnya mengatakan telah mengerahkan 18.500 personel untuk mengamankan jalan-jalan di ibu kota seiring meningkatnya kemarahan publik akibat kesulitan ekonomi dan ketimpangan yang semakin besar.

"Yang kami butuhkan adalah pemerintah bangun dan sadar," kata demonstran Dian Purnomo, seorang penulis berusia 50 tahun, kepada AFP.

"Mereka harus menyediakan apa yang dibutuhkan rakyat, bukan memaksakan program-program yang kita semua tahu hanya akan menguntungkan mereka."

Demonstran lainnya, Asep, seorang pengemudi ojek daring berusia 41 tahun, mengatakan dirinya menginginkan perlindungan bagi pekerja serta "perampasan aset pejabat yang korup dan hukuman mati bagi pejabat korup."

Para demonstran mendesak parlemen segera mengesahkan rancangan undang-undang yang telah berada di parlemen sejak 2008 tersebut. RUU itu akan memungkinkan negara merampas aset pejabat yang terbukti melakukan korupsi. Sejumlah peserta aksi bahkan menuntut agar koruptor dijatuhi hukuman mati.

Mereka juga menuntut penghentian program makan bergizi gratis yang membutuhkan anggaran besar. Program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut sebelumnya mendapat sorotan karena tudingan korupsi serta sejumlah kasus keracunan makanan secara massal.

"Dalam setahun terakhir, keadaan semakin buruk," kata Dian.

"Korupsi merajalela... tidak ada yang menghentikannya. Sebanyak apa pun masyarakat melakukan demonstrasi, program makan gratis itu tetap berjalan."

Provokator

Aksi demonstrasi pada Kamis berlangsung setahun setelah demonstrasi nasional di berbagai wilayah Indonesia berubah menjadi kerusuhan yang menyebabkan belasan orang tewas dan ribuan lainnya ditangkap.

Kerusuhan terbesar di Indonesia sejak Prabowo menjabat pada 2024 terjadi pada Agustus dan September tahun lalu. Aksi tersebut dipicu kemarahan terhadap fasilitas dan tunjangan mewah bagi anggota parlemen yang kemudian berkembang menjadi kemarahan yang lebih luas terhadap pemerintah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Ini Rahasia Penampilan Apik...
Megapolitan
Lahan Terbatas, Pemprov DKI...
Ekonomi
Dibayangi Gejolak Global - ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sulawesi Investment and Business Forum 2026 Tawarkan 43 Proyek Potensial ke Investor

Sulawesi Investment and Business Forum 2026 Tawarkan 43 Proyek Potensial ke Investor

29 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.