Dibayangi Gejolak Global - 29 Oktober 2026
Kamis, 29 Okt 2026, 07:40 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: istimewa
JAKARTA – Rupiah berpotensi kembali tertekan seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan dinamika kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.
Kombinasi kedua faktor tersebut dapat mendorong investor beralih ke aset aman berbasis dollar AS, memicu arus modal keluar, serta mempersempit ruang penguatan rupiah.
Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuabi melihat pergerakan rupiah masih akan terus tertekan oleh tingginya harga minyak dunia yang bertahan di atas 100 dollar AS per barel dan di tengah dinamika spekulasi kebijakan The Fed.
Karenanya, dia memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Kamis (29/10), bergerak fluktuatif di kisaran 18.180 - 18.230 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Rabu (28/10), bergerak melemah 28 poin atau 0,15 persen dari sehari sebelumnya menjadi 18.184 rupiah per dollar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pelemahan rupiah dipengaruhi serangan Ansarullah Yaman (Houthi) terhadap kilang minyak terbesar di Arab Saudi,” ujar Ibrahim.
Dia menambahkan pihak berwenang Arab Saudi tidak segera mengonfirmasi serangan terhadap fasilitas dengan kapasitas 550 ribu barel per hari itu.
Sebelumnya, Ansarullah juga menyerang stasiun pemompaan di sepanjang jalur pipa minyak Timur-Barat Arab Saudi yang memungkinkan minyak mentah dialirkan tanpa harus melewati Selat Hormuz, serta Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Serangan-serangan tersebut dinyatakan memicu kekhawatiran mengenai keamanan rute ekspor alternatif
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!