Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prancis Belum Reda, Macron Was-was Aksi Demo Ricuh Bakal Pecah Lagi

27 Selasa, 27 Okt 2026, 01:22 WIB | Oleh:
Prancis Belum Reda, Macron Was-was Aksi Demo Ricuh Bakal Pecah Lagi Prancis Belum Reda, Macron Was-was Aksi Demo Ricuh Bakal Pecah Lagi Doc: AFP/ TERESA SUAREZ

ISTANBUL - Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Senin (26/10) memperingatkan bahwa Sabtu mendatang (31/10) akan tetap menjadi "hari berisiko tinggi" di tengah sejumlah rencana unjuk rasa, dengan serikat pekerja menyerukan mobilisasi nasional pada 31 Oktober.

"Kita tahu bahwa Sabtu mendatang masih menjadi hari berisiko tinggi. Kita tahu bahwa 5 November akan menjadi hari mobilisasi nasional yang melibatkan seluruh serikat pekerja, dan masih ada hari-hari Sabtu berikutnya," kata Macron kepada wartawan saat kunjungannya ke Marseille.

Dia menegaskan kembali bahwa pola tersebut "bukanlah sesuatu yang pasti akan terus berlanjut" setiap Sabtu dengan menekankan pihak berwenang akan terus melakukan pengaturan serta melindungi properti, masyarakat, dan pusat-pusat kota.

Macron menambahkan dia telah meminta pemerintah untuk menanggapi "tuntutan sah yang menjadi akar dari gerakan sosial ini," dengan menyebutkan Perdana Menteri Sebastien Lecornu akan bertemu dengan perwakilan dari komunitas sekolah menengah pada hari itu.

Dia lalu mengisyaratkan akan adanya "pengumuman dan kemajuan signifikan yang bertujuan untuk menghadirkan perubahan secepatnya, serta meluncurkan inisiatif dalam jangka waktu yang sangat singkat" setelah pertemuan yang direncanakan oleh Lecornu.

"Kami akan melakukan hal yang sama dengan serikat pekerja dan organisasi pengusaha, sehingga situasi ini diharapkan dapat berangsur-angsur kembali normal, dengan sikap saling menghormati," tambah Macron.

Macron mengakui bahwa jumlah aparat keamanan yang dikerahkan pada aksi protes pada 17 Oktober tidak memadai dan peristiwa tersebut "tidak diantisipasi sebelumnya."

"Kami tidak mengantisipasi bahwa begitu banyak kelompok sayap kiri radikal akan melakukan mobilisasi sejak pagi sekali, dengan cara yang tidak lazim," kata Macron.

"Kami juga tidak mengantisipasi bahwa, selain mobilisasi kelompok sayap kiri radikal tersebut, sejumlah elemen kriminal turut bergabung. Akibatnya, jumlah personel kepolisian yang dikerahkan tidak mencukupi," jelas dia.

Macron mencatat bahwa pihak berwenang saat ini tetap menjaga tatanan Republik dan ketertiban umum tanpa menetapkan status darurat.

Dia menepis kritik karena tidak memberlakukan langkah tersebut dan menegaskan kembali bahwa pihak berwenang bertindak dengan tegas dan seksama.

Macron mengatakan media sosial turut berperan dalam mobilisasi tersebut, dan mengatakan; "media sosial merusak demokrasi kita karena memicu polarisasi, serta menciptakan semacam guncangan dan kelumpuhan saat menghadapi adegan-adegan kekerasan."

"Hal tersebut digunakan, khususnya pada 17 Oktober, untuk mengajak pemuda maupun orang yang lebih tua ke sejumlah lokasi terjadinya tindak kriminal, serangan, dan penjarahan, karena kekerasan di media sosial ditampilkan dengan cara yang membuatnya tampak tidak nyata," tegas dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...

Iran Jinakkan Inflasi untuk Redam Sanksi AS

26 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Iran Jinakkan Inflasi untuk...
Megapolitan
Operasi Patuh Jaya Bidik Pe...

Petugas SPBU Bintaro Dipecat, Masih Adakah SPBU yang Jujur?

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Petugas SPBU Bintaro Dipeca...
Megapolitan
Warga Didorong Mengganti Be...
Megapolitan
Jakarta-Bekasi Perpanjang K...
Advertisement
Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.