Telin Buka ignitePRO di BATIC 2026, Bahas Strategi Perusahaan Hadapi Era AI
📅 Kamis, 27 Agu 2026, 15:10 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA – PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), perusahaan operasi internasional PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, menghadirkan ignitePRO sebagai forum enterprise dalam rangkaian Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026. Mengusung tema “The Enabled Enterprise”, forum ini mempertemukan pemimpin perusahaan, pembuat kebijakan, penyedia teknologi, investor, hingga mitra ekosistem digital untuk membahas penerapan AI yang memberikan dampak nyata bagi bisnis.
IgnitePRO digelar untuk mendorong perusahaan membawa pemanfaatan AI dari tahap eksperimen menuju implementasi yang dapat dijalankan secara luas. Dalam forum tersebut, pembahasan mencakup kesiapan teknologi, infrastruktur, keamanan, tata kelola, sumber daya manusia, serta kolaborasi yang diperlukan agar transformasi digital berjalan secara berkelanjutan.
Chief Commercial Officer Telin Kharisma mengatakan tantangan perusahaan saat ini tidak lagi sebatas menentukan kebutuhan terhadap AI, cloud, dan otomasi. Menurutnya, perusahaan perlu memastikan seluruh fondasi pendukung telah siap agar teknologi tersebut dapat diterapkan secara andal dalam skala besar.
“Tantangan perusahaan saat ini bukan lagi sekadar menentukan apakah AI, cloud, dan otomasi perlu diadopsi, melainkan memastikan data, infrastruktur, keamanan, sumber daya manusia, dan mitra telah siap mendukung eksekusi yang andal dalam skala besar,” ujar Kharisma dalam keynote speech pembukaan ignitePRO, Selasa (25/8).
Kharisma menjelaskan enablement perlu dibangun sebagai fondasi operasional yang terintegrasi. Fondasi tersebut mencakup konektivitas yang andal, infrastruktur tangguh, sistem operasi yang aman, serta kemitraan ekosistem yang dapat dipercaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam konteks tersebut, TelinPRO ditempatkan sebagai salah satu tulang punggung konektivitas yang mendukung perusahaan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kehadiran konektivitas tersebut dinilai penting ketika kebutuhan perusahaan terhadap infrastruktur digital terus berkembang seiring penerapan AI.
Perspektif pemerintah juga turut dibahas dalam ignitePRO melalui paparan Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Dr. Sonny Hendra Sudaryana. Ia menyampaikan tiga prioritas dalam membangun ekosistem digital Indonesia yang siap menghadapi perkembangan AI, yakni Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga.
Menurut Sonny, aspek Terhubung berkaitan dengan perluasan konektivitas yang inklusif, sedangkan Tumbuh diarahkan untuk membangun ekosistem digital yang produktif sekaligus memperkuat talenta, startup, UMKM, dan kapabilitas AI. Sementara itu, Terjaga menitikberatkan pada perlindungan data pribadi dan penguatan keamanan digital nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga menekankan pentingnya membangun AI sebagai bagian dari strategi yang berdaulat, interoperabel, dan tepercaya. Upaya tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur, modal, kompetensi, tata kelola, serta kemitraan agar pertumbuhan ekonomi digital dapat menghasilkan peningkatan produktivitas yang lebih luas.
Rangkaian ignitePRO kemudian dibangun melalui empat pilar utama, yaitu Intelligence, Trust, Infrastructure, dan Collaboration. Keempat pilar tersebut menggambarkan tahapan yang perlu diperhatikan perusahaan untuk membawa AI dari eksperimen menuju penerapan nyata yang dapat dikembangkan dalam skala besar.
Pada pilar Intelligence, pembahasan berfokus pada cara perusahaan mengubah pemanfaatan AI menjadi solusi yang menghasilkan nilai bisnis. Kesiapan data, sistem, dan infrastruktur menjadi bagian penting agar penerapan AI dapat berjalan secara efektif dan aman.
Sementara itu, pilar Trust menyoroti penerapan AI secara bertanggung jawab melalui akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola. Perusahaan juga perlu menyesuaikan cara kerja organisasi agar teknologi AI dapat terintegrasi dengan proses bisnis tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kepercayaan.
Pilar Infrastructure membahas kesiapan fondasi teknologi dan arsitektur dalam menopang kebutuhan AI. Aspek yang diperhatikan meliputi kinerja, keamanan, regulasi, kedaulatan data, hingga kesiapan sumber daya manusia dalam menggunakan teknologi secara berkelanjutan.
Kolaborasi menjadi pilar berikutnya yang dinilai penting dalam mempercepat transformasi digital perusahaan. Melalui sesi “No Enterprise Transforms Alone: Building the Enablement Ecosystem”, Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine menjadi salah satu panelis bersama sejumlah pemimpin industri untuk membahas sinergi antara perusahaan, penyedia teknologi, investor, dan mitra ekosistem.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!