Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Robot Humanoid Bikin Geger! Kompetisi Berakhir dengan Sejumlah Rekor Baru

📅 Kamis, 27 Agu 2026, 07:59 WIB | Oleh:

Salah satu peserta asal Indonesia yang bergabung dengan tim Malaysia, Maharaj Faawwaz A Yusran, mengatakan para peserta memang tidak diminta membuat robot dari nol. Mereka justru ditantang untuk mengoperasikan dan memprogram robot sesuai dengan kebutuhan kompetisi.

Faawwaz berpartisipasi dalam lomba sepak bola 5v5 kategori robot besar dengan menggunakan robot Booster T2 yang dibuat oleh Booster Robotics, perusahaan robotika asal China yang didirikan oleh alumni Universitas Tsinghua.

“Tim diminta untuk memprogram robot sesuai kehendak kita, tergantung dengan apa yang robot lihat. Kalau dia (robot) melihat bola di depan, kita gerakkan dia ke depan. Kemudian, ketika kita perintahkan untuk menendang, dia akan menendang. Jadi, semua gerakannya saat bertanding harus otonom,” ungkap Faawwaz.

Mahasiswa S2 Universitas Malaya, Malaysia, itu datang bersama empat mahasiswa lainnya untuk bertanding dengan bimbingan seorang dosen.

“Jadi tantangannya bagaimana si robot bisa mencari bola, kemudian juga bisa menendang dengan cepat dan akurat. Terus, bagaimana bisa berkomunikasi antara robot,” ungkap Faawwaz.

Dalam upacara penutupan, China Center for Information Industry Development (CCID) bersama sejumlah perusahaan di industri robotika juga merilis kumpulan data lengkap (dataset) pertama di dunia.

Kumpulan data tersebut berisi data operasi dalam berbagai skenario nyata yang dikumpulkan selama latihan dan pertandingan resmi oleh berbagai lembaga, dengan total durasi lebih dari 2.500 jam.

Data itu mencakup operasi embodied intelligence atau “kecerdasan berwujud”, yakni kecerdasan yang tidak hanya bekerja sebagai perangkat lunak, tetapi juga memiliki tubuh fisik, seperti robot humanoid. Dataset tersebut mencakup 44 jenis pekerjaan dan sekitar 10 ribu keterampilan, antara lain di bidang industri, ritel, katering, perkantoran, rumah tangga, pemadam kebakaran dan penyelamatan, perhotelan, perpustakaan, taman, serta pengisian daya kendaraan listrik baru.

Kumpulan data tersebut akan tersedia secara gratis untuk publik. Dengan demikian, dataset ini diharapkan dapat mendukung perusahaan, lembaga penelitian, dan universitas sekaligus menekan biaya pengumpulan data robot di dunia nyata. Lebih banyak tim pun diharapkan tidak perlu memulai pengembangan dari nol.

Meski demikian, sejumlah tim peserta masih mengandalkan kendali jarak jauh oleh manusia, antara lain dalam cabang kickboxing, lompat jauh, wushu, dan dansa. Turnamen memang mengizinkan penggunaan kendali jarak jauh untuk beberapa cabang, tetapi dengan konsekuensi pengurangan nilai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ribuan Penebang Tebu Sambut Mentan Amran, Diajak Dukung Swasembada Gula Nasional.
    Preview komentar:
    swasambada gula juga tidak kalah pentingnya dari swasembada ...
  • Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi yang sering berinteraksi dengan sektor distribusi ...
  • Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
    Preview komentar:
    Membaca ulasan komprehensif ini memberikan perspektif baru yang ...

Wakatobi Disuruh Meniru Produk Arak Bali oleh Wayan Koster

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Wakatobi Disuruh Meniru Pro...
Luar Negeri
Robot Humanoid Bikin Geger!...
Olahraga
Pantas Menggunduli Indonesi...
Megapolitan
Bogor Lagi, Kasus Kanker Na...
Megapolitan
Bagaimana Ini Pemkot Bogor,...

Tak Naik, Bea Balik Nama Kendaraan di Sulsel

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Naik, Bea Balik Nama Ke...
"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

26 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.