Operasi Penerjunan 40 Tim Alfa TNI Buru Titik Api di Taman Nasional Way Kambas
📅 Kamis, 27 Agu 2026, 18:39 WIB | Oleh: OpikPola serupa terjadi di Songpan. Pasukan yang sama menggunakan komunikasi satelit untuk melapor ke komando dan mengarahkan pesawat logistik. Mereka menjadi penghubung pertama antara lokasi bencana dan dunia luar.
Dua tahun kemudian, konsep itu kembali terlihat di Haiti. Setelah gempa besar melumpuhkan infrastruktur, 82nd Airborne Division Amerika Serikat diterjunkan dalam Operation Unified Response untuk mengamankan distribusi bantuan dan menjaga ketertiban.
Di Way Kambas, prinsipnya sama. Hanya sasarannya yang berbeda. Bukan korban gempa atau pengungsi, melainkan hotspot. Kecepatan, ketepatan, dan kemampuan menembus wilayah terisolasi tetap dibutuhkan.
Pengerahan pasukan lintas udara untuk tugas tersebut merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Dalam kerangka itu, kemampuan tempur digunakan untuk membantu masyarakat dan lingkungan saat terjadi bencana.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagian besar kebakaran di TNWK terjadi di area savana dan padang alang-alang. Vegetasi tersebut mudah terbakar dan cepat menjalar. Akses darat membutuhkan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari, sementara api tidak menunggu.
Dengan diterjunkan langsung, Tim Alfa dapat memangkas waktu tempuh. Mereka mendarat dekat titik panas, bukan berjalan jauh dari pinggir hutan. Hal itu menghemat tenaga dan memberi peluang lebih besar untuk memadamkan api sebelum membesar.
Dengan drone yang lebih dulu mencari titik panas, personel tidak perlu menyisir kawasan secara acak. Mereka dapat langsung menuju lokasi yang telah ditentukan di tengah hutan seluas lebih dari 125 ribu hektare.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menjaga ekosistem Way Kambas
Way Kambas merupakan habitat bagi gajah, badak, dan harimau Sumatera. Kebakaran tidak hanya mengancam vegetasi, tetapi juga satwa dilindungi tersebut. Jika api meluas, dampaknya dapat dirasakan dalam jangka waktu bertahun-tahun.
Karena itu, operasi ini tidak hanya sebatas memadamkan api. Yang dijaga adalah kawasan dan habitat satwa di dalamnya. Setiap hotspot yang berhasil ditangani berarti api tidak sempat menjalar lebih jauh.
Bagi TNI, pengerahan Tim Alfa ke TNWK menunjukkan bahwa kemampuan lintas udara dapat digunakan untuk misi kemanusiaan. Parasut yang biasanya identik dengan pertempuran kini digunakan untuk mendarat di tengah asap demi menjaga hutan.
Saat matahari mulai condong ke barat, para personel masih terlihat bergerak di kejauhan. Mereka menyisir, menangani, lalu berpindah ke titik berikutnya. Dari langit mereka datang. Di tanah mereka bekerja.
Berdasarkan data, kebakaran pada 21-22 Agustus 2026 berdampak pada area sekitar 673 hektare di Desa Braja Harjosari, Lampung Timur.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!