Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Operasi Penerjunan 40 Tim Alfa TNI Buru Titik Api di Taman Nasional Way Kambas

📅 Kamis, 27 Agu 2026, 18:39 WIB | Oleh:
Operasi Penerjunan 40 Tim Alfa TNI Buru Titik Api di Taman Nasional Way Kambas Doc: ANTARA/HO-Dokumen Pribadi
Ket. Tim Alfa TNI saat terjun payung menuju titik api di Taman Nasional Way Kambas, 25 Agustus 2026.

BANDARLAMPUNG - Dengungan pesawat angkut terdengar dari atas Taman Nasional Way Kambas (TNWK), 25 Agustus 2026. Di bawahnya terbentang savana kuning dan hamparan alang-alang yang mengering.

Dari pintu pesawat, satu per satu personel TNI melompat. Parasut mengembang, lalu turun perlahan menembus asap tipis yang mengepul dari kejauhan.

Mereka adalah 40 anggota Tim Alfa, tim khusus lintas udara yang dibentuk atas perintah Presiden dan Panglima TNI. Kali ini misi mereka bukan operasi tempur. Sasaran yang dituju adalah titik-titik panas yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran besar.

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi menjelaskan, TNWK dipilih sebagai lokasi operasi karena sebagian besar wilayahnya sulit dijangkau. Jalan darat terputus oleh rawa dan semak, sementara akses melalui sungai juga tidak tersedia. Dalam kondisi seperti itu, kecepatan menjadi penentu. Satu-satunya cara untuk menjangkau titik api lebih awal adalah melalui jalur udara.

Operasi tidak dimulai dengan penerjunan. Beberapa jam sebelumnya, drone thermal telah diterbangkan lebih dulu. Pesawat tanpa awak itu dilengkapi kamera inframerah yang mampu membaca perbedaan suhu di permukaan tanah.

Dari layar operator, titik-titik panas yang tidak terlihat mata telanjang muncul dalam warna oranye dan merah. Setiap anomali suhu dicatat sebagai potensi hotspot. Data koordinat kemudian diolah dan diserahkan kepada tim penerbang. Pilot menggunakan data tersebut untuk menentukan titik penerjunan dan arah gerak Tim Alfa.

Urutannya sederhana. Drone memantau dari udara, sementara Tim Alfa turun ke lapangan berdasarkan titik yang ditemukan.

Begitu menyentuh tanah, para personel langsung membuka peralatan pemadam yang dibawa. Mereka bergerak menyebar ke beberapa titik sesuai arahan koordinat.

Tugas utama mereka mencari sumber panas, memadamkan bara kecil, dan memastikan api tidak kembali menyala. Di medan savana dan alang-alang, bara dapat bertahan di bawah tanah selama berhari-hari sebelum muncul kembali. Karena itu, penyisiran dilakukan dengan teliti, meter demi meter.

Tim Alfa membawa peralatan ringan seperti pompa punggung, alat pukul pemadam, dan perangkat komunikasi. Peralatan itu dipilih agar mudah dibawa saat terjun dan tetap bisa digunakan di medan berat.

Dukungan udara tidak berhenti pada penerjunan. Helikopter water bombing dikerahkan untuk menjatuhkan air ke titik yang terlalu luas untuk dijangkau berjalan kaki. Teknik fast roping juga digunakan agar personel dapat turun dengan tali dari helikopter ke lokasi sempit. Selain itu, drone penyemprot dilibatkan untuk menjangkau area curam.

Pasukan misi kemanusiaan

Penggunaan pasukan lintas udara untuk misi kemanusiaan telah lama dilakukan di berbagai negara.

Pada 2008, saat gempa Sichuan mengguncang China, pasukan airborne diterjunkan ke Maoxian yang terisolasi akibat jalan hancur dan komunikasi putus. Sebanyak 15 personel diterjunkan membawa radio dan peralatan pengintaian untuk membuka jalur informasi bagi bantuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sengketa Tanah Golat Memanas, Keturunan Raja Pagi Tempuh Jalur Hukum
    Preview komentar:
    Raja Pagi Sinurat adalah anak kedua dari Raja ...
  • PLTS Didorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Hijau
    Preview komentar:
    Pembangunan PLTS dengan kapasitas 100 GWp ini tentu ...
  • Karawang Punya 9 Kawasan Industri, Warga Lokal Disiapkan Jadi Tenaga Kerja
    Preview komentar:
    Membaca ulasan positif mengenai komitmen Pak Bupati ini ...
Luar Negeri
Hampir 1.400 Orang Hilang d...
Link CCTV Pantau Demo 27 Agustus 2026 di DPR Jakarta, Cek Kondisi Jalan secara Live

Link CCTV Pantau Demo 27 Agustus 2026 di DPR Jakarta, Cek Kondisi Jalan secara Live

27 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.