Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PTPN III dan BRIN Perkuat Riset dan Inovasi untuk Dorong Swasembada Pangan

📅 Kamis, 27 Agu 2026, 19:25 WIB | Oleh:
PTPN III dan BRIN Perkuat Riset dan Inovasi untuk Dorong Swasembada Pangan Doc: PTPN III
Ket. Prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman bidang riset dan inovasi antara Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) oleh Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, dan Kepala BRIN, Arif Satria, di Jakarta pada Kamis (27/8/2026).

JAKARTA – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) memperkuat kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam bidang riset dan inovasi untuk mendukung percepatan swasembada pangan nasional.

Komitmen tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, dan Kepala BRIN, Arif Satria, di Jakarta pada Kamis (27/8/2026).

Penandatanganan Nota Kesepahaman berlangsung bersamaan dengan kegiatan BRIN Goes to Industry, sebuah forum yang mempertemukan kapasitas riset dan inovasi BRIN dengan kebutuhan dunia industri.

Forum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga riset dan pelaku industri, sekaligus mendorong hilirisasi hasil penelitian agar teknologi dan inovasi dapat diterapkan serta memberikan nilai tambah bagi industri nasional.

Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, mengatakan bahwa kerja sama tersebut menjadi landasan untuk mempertemukan kapasitas riset BRIN dengan sumber daya dan pengalaman operasional PTPN Group di sektor perkebunan.

“Sinergi ini kami arahkan agar hasil riset dan inovasi semakin relevan dengan kebutuhan di lapangan serta dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan produktivitas dan penguatan sektor perkebunan. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari kontribusi PTPN Group dalam mendukung agenda percepatan swasembada pangan,” ujar Denaldy melalui siaran pers pada Kamis (27/8/2026).

Perluas Ruang Lingkup Riset

Nota Kesepahaman tersebut menjadi payung kolaborasi bagi PTPN III dan BRIN untuk mengoptimalkan potensi, meningkatkan kinerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing, serta mengembangkan pemanfaatan riset dan inovasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, kebijakan, dan prosedur yang berlaku.

Ruang lingkup kerja sama mencakup penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, invensi, dan inovasi. Kedua pihak juga akan mendorong pemanfaatan hasil riset dan inovasi serta penggunaan bersama sarana dan prasarana sesuai ketentuan yang berlaku pada masing-masing institusi.

Kolaborasi tersebut turut mencakup implementasi Hub Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Inovasi (Hub Iptekin) sektor pangan, pertukaran data dan informasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pendayagunaan personel dan tenaga ahli.

Kepala BRIN, Arif Satria, mengatakan bahwa kerja sama dengan PTPN III diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara ekosistem riset dengan kebutuhan sektor industri.

“Sektor perkebunan memiliki ruang pengembangan riset yang sangat luas, mulai dari teknologi pengolahan, penelitian lanjutan, hingga pemanfaatan limbah sawit,” ujar Arif.

Menurut Arif, BRIN memiliki cakupan penelitian yang luas dari sektor hulu hingga hilir. Penguatan kolaborasi dengan industri diperlukan agar hasil penelitian dapat dikembangkan hingga tahap komersialisasi.

Ia menambahkan, penyelesaian berbagai persoalan bangsa perlu didukung pendekatan berbasis riset. Karena itu, hasil penelitian tidak diharapkan berhenti pada skala laboratorium, tetapi dapat dikembangkan menjadi solusi yang memiliki nilai ekonomi dan diterapkan dalam skala bisnis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.