Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram Siapkan 3 Ton Beras Cadangan Bencana

📅 Selasa, 25 Agu 2026, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram Siapkan 3 Ton Beras Cadangan Bencana Doc: ANTARA
Ket. Arsip: pendistribusian bantuan cadangan pangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, untuk bencana banjir rob di Kecamatan Ampenan, pada 23 Januari 2026.

MATARAM – Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan stok beras cadangan bencana untuk memastikan ketersediaan pangan darurat dan mencukupi kebutuhan warga yang terdampak bencana alam.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram, Sudirman, di Mataram, Selasa (25/8), mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan proses pengadaan beras cadangan pangan bencana.

"Stok pengadaan beras bencana tersebut masih dalam tahap proses administrasi," katanya.

Sudirman, menargetkan penyerahan atau realisasi fisik beras cadangan bencana ini diperkirakan paling lambat rampung pada akhir Oktober 2026, sebab beras itu harus dipastikan kualitas agar bisa tahan lama dan sudah dikemas dalam wadah 10 kilogram.

Hal itu dimaksudkan untuk memudahkan saat pembagian, sehingga ketika ada bencana, beras bisa langsung di distribusi sesuai dengan kebutuhan.

"Pengadaan beras kami siapkan untuk mengantisipasi dampak cuaca kemarau panjang serta potensi bencana seperti kebakaran pemukiman serta dampak lainnya. Termasuk potensi dampak hidrometeorologi setelah musim kemarau," katanya.

Menurutnya, bantuan beras cadangan pangan itu tidak bisa dikeluarkan serta merta tanpa ada usulan dari pihak kelurahan dan kecamatan. Usulan itulah, yang menjadi dasar DKP untuk pengajuan surat keputusan (SK) kepala daerah.

Untuk itu, ketika ada bencana di tengah masyarakat maka pihak kelurahan dan kecamatan harus segera melakukan pendataan terhadap warga terdampak sebagai acuan usulan bantuan.

Usulan pihak kelurahan dan kecamatan menjadi acuan untuk pengajuan SK ke Wali Kota Mataram untuk mengeluarkan beras cadangan pangan. Karena itu, ketika ada bencana, makin cepat data maka lebih bagus dan pendistribusian bantuan bisa lebih cepat.

"Sedangkan untuk bantuan kebutuhan lainnya seperti makanan, selimut, tikar, dan perbaikan kerusakan akibat bencana menjadi ranah organisasi perangkat daerah (OPD) lain. Kami hanya fokus untuk kebutuhan pangan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.