Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram Siapkan 3 Ton Beras Cadangan Bencana
📅 Selasa, 25 Agu 2026, 12:00 WIB | Oleh: Tim PenulisMATARAM – Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan stok beras cadangan bencana untuk memastikan ketersediaan pangan darurat dan mencukupi kebutuhan warga yang terdampak bencana alam.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram, Sudirman, di Mataram, Selasa (25/8), mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan proses pengadaan beras cadangan pangan bencana.
"Stok pengadaan beras bencana tersebut masih dalam tahap proses administrasi," katanya.
Sudirman, menargetkan penyerahan atau realisasi fisik beras cadangan bencana ini diperkirakan paling lambat rampung pada akhir Oktober 2026, sebab beras itu harus dipastikan kualitas agar bisa tahan lama dan sudah dikemas dalam wadah 10 kilogram.
Hal itu dimaksudkan untuk memudahkan saat pembagian, sehingga ketika ada bencana, beras bisa langsung di distribusi sesuai dengan kebutuhan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pengadaan beras kami siapkan untuk mengantisipasi dampak cuaca kemarau panjang serta potensi bencana seperti kebakaran pemukiman serta dampak lainnya. Termasuk potensi dampak hidrometeorologi setelah musim kemarau," katanya.
Menurutnya, bantuan beras cadangan pangan itu tidak bisa dikeluarkan serta merta tanpa ada usulan dari pihak kelurahan dan kecamatan. Usulan itulah, yang menjadi dasar DKP untuk pengajuan surat keputusan (SK) kepala daerah.
Untuk itu, ketika ada bencana di tengah masyarakat maka pihak kelurahan dan kecamatan harus segera melakukan pendataan terhadap warga terdampak sebagai acuan usulan bantuan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Usulan pihak kelurahan dan kecamatan menjadi acuan untuk pengajuan SK ke Wali Kota Mataram untuk mengeluarkan beras cadangan pangan. Karena itu, ketika ada bencana, makin cepat data maka lebih bagus dan pendistribusian bantuan bisa lebih cepat.
"Sedangkan untuk bantuan kebutuhan lainnya seperti makanan, selimut, tikar, dan perbaikan kerusakan akibat bencana menjadi ranah organisasi perangkat daerah (OPD) lain. Kami hanya fokus untuk kebutuhan pangan," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!