Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Gebrakan Baru Gorontalo, Perizinan Dipermudah, Izin Usaha Ditarget Cepat Tanpa Ribet

28 Rabu, 07 Okt 2026, 01:50 WIB | Oleh:
Gebrakan Baru Gorontalo, Perizinan Dipermudah, Izin Usaha Ditarget Cepat Tanpa Ribet Gebrakan Baru Gorontalo, Perizinan Dipermudah, Izin Usaha Ditarget Cepat Tanpa Ribet Doc: ANTARA/Ho-Diskominfotik Provinsi Gorontalo
Ket. Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo ke-111 dengan agenda pembicaraan tingkat I terhadap Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha, Senin (5/10).

GORONTALO - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mendorong penyederhanaan serta kepastian waktu proses perizinan berusaha di daerah melalui perubahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2021. 

Gusnar saat dikonfirmasi di Gorontalo, Selasa, mengatakan kepastian waktu penyelesaian perizinan diperlukan untuk memperbaiki tata kelola pelayanan sekaligus memberikan kepastian kepada pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan investasi di Gorontalo.

“Selama ini batas waktu penyelesaian perizinan itu belum diatur sehingga akuntabilitas tata kelola dari segi waktu merugikan publik. Nah, pada perda ini diatur ketentuannya,” kata Gusnar, Selasa (6/10).

Ia menjelaskan pengaturan batas waktu penyelesaian izin menjadi salah satu substansi dalam perubahan Perda Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha.

Perubahan perda tersebut diperlukan untuk menyesuaikan aturan perizinan daerah dengan perkembangan regulasi terbaru, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025.

Menurut Gusnar, penyesuaian regulasi diarahkan untuk memberikan kemudahan investasi dengan memperjelas kewenangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan perizinan.

“Semua ini diarahkan untuk kemudahan investasi. Ada izin yang diatur pemerintah pusat, tetapi ada juga izin yang menjadi kewenangan pemerintah daerah dan terkait dengan investasi akan diatur melalui rancangan perda ini,” ujarnya.

Selain memberikan kepastian waktu, rancangan perubahan perda tersebut juga menyederhanakan proses perizinan dan memperluas cakupan sektor usaha yang diatur.

Cakupan sektor usaha diperluas dari sebelumnya 16 sektor menjadi 22 sektor, antara lain mencakup sektor ekonomi kreatif dan perkoperasian.

Sementara itu, jenis usaha berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) diperluas dari sekitar 600 menjadi sekitar 1.600 jenis usaha.

Gusnar berharap perubahan regulasi tersebut dapat memperluas ruang usaha masyarakat serta menciptakan pelayanan perizinan yang lebih memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan investor di Gorontalo.

Sebelumnya, substansi perubahan perda tersebut dibahas dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo ke-111 dengan agenda pembicaraan tingkat I pada Senin (5/10).
 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
KPK Geledah Kantor Bea Cuka...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Lippo Village Tangerang Digeruduk Warga Menuntut Transparansi

Lippo Village Tangerang Digeruduk Warga Menuntut Transparansi

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.