Review Insidious: Out of the Further, Teror Membosankan dari Franchise Horor yang Kehabisan Ide
📅 Kamis, 20 Agu 2026, 01:05 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SNamun, menurut ulasan The Guardian, sejumlah ide tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan film. Out of the Further dinilai terlalu serius dalam mengembangkan mitologinya, sementara sejumlah efek visual terlihat kurang meyakinkan.
Film ini juga dianggap lebih menyerupai horor berbasis mimpi seperti A Nightmare on Elm Street, dengan pertarungan yang berlangsung di ruang abstrak dan dunia trans, dibandingkan pendekatan sederhana yang membuat Insidious pertama efektif.
Masalah lainnya terletak pada cerita yang semakin bergantung pada mitologi Insidious. Dengan enam film yang dirilis dalam urutan kronologi yang tidak selalu linear, dunia The Further menjadi semakin kompleks, tetapi tidak selalu terasa semakin menarik.
The Guardian menilai kondisi tersebut mengingatkan pada perjalanan franchise Saw. Setelah penciptanya tidak lagi berada di posisi kreatif utama, seri tersebut terus menghasilkan sekuel dengan formula yang semakin berulang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi Insidious, persoalannya bukan lagi sekadar bagaimana membuat penonton takut. Tantangannya adalah menemukan kembali alasan mengapa penonton harus terus mengikuti perjalanan ke The Further.
Jika film pertama berhasil membuat dunia tersebut terasa misterius dan mengancam, Out of the Further justru membuatnya terasa semakin familiar. Dan ketika dunia horornya mulai kehilangan kejutan, rasa bosan pun ikut muncul.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!