Mengapa Bintang Neutron Bisa Begitu Berat?
📅 Kamis, 20 Agu 2026, 07:19 WIB | Oleh: Haryo BronoDi Ambang Lubang Hitam
Salah satu ilmuwan yang banyak mempelajari bintang neutron adalah Zaven Arzoumanian dari NASA Goddard Space Flight Center, yang terlibat dalam misi NICER untuk mempelajari interior bintang neutron. Ia menggambarkan bintang neutron sebagai objek yang berada sangat dekat dengan batas akhir kestabilan materi.
“Bintang neutron berada tepat di ambang batas wujud materi yang mungkin ada—jika dimampatkan lebih jauh lagi, bintang tersebut akan runtuh sepenuhnya ke dalam dirinya sendiri dan berubah menjadi lubang hitam,” paparnya.
Dengan kata lain, bintang neutron dapat dipandang sebagai salah satu bentuk materi paling ekstrem yang masih mampu bertahan sebelum gravitasi menyebabkan keruntuhan lebih lanjut menjadi lubang hitam.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan mengapa para ilmuwan sangat tertarik mempelajari bintang neutron. Menurut Arzoumanian, kondisi materi di dalamnya tidak dapat diciptakan dan dipelajari secara langsung di laboratorium Bumi.
Bola Neutron
Meski namanya “bintang neutron”, bukan berarti seluruh bagian bintang tersebut hanya berisi neutron bebas. Struktur bintang neutron diyakini memiliki beberapa lapisan. Bagian luarnya memiliki kerak yang sangat padat. Semakin masuk ke bagian dalam, kepadatan dan tekanan meningkat secara drastis. Pada inti terdalam, keadaan materi masih menjadi salah satu misteri besar dalam fisika.
NASA menjelaskan bahwa pada bintang neutron yang lebih masif, kepadatan inti dapat menjadi sedemikian tinggi sehingga neutron tertekan semakin dekat. Para ilmuwan bahkan belum mengetahui secara pasti apakah neutron tetap bertahan sebagai partikel atau dapat berubah menjadi keadaan materi yang melibatkan quark.
Karena itulah bintang neutron bukan hanya objek astronomi. Ia juga merupakan laboratorium alam untuk mempelajari fisika materi pada kondisi ekstrem.
Berputar Ratusan Kali per Detik
Keunikan lain muncul ketika bintang neutron mulai berputar. Bintang induknya telah berputar sebelum mengalami keruntuhan. Ketika ukurannya menyusut secara drastis, momentum sudut tetap terjaga.
Fenomenanya dapat dianalogikan dengan seorang atlet seluncur es yang menarik kedua tangannya ke tubuh. Ketika ukuran tubuh yang berputar mengecil, kecepatannya meningkat. Hal serupa terjadi pada inti bintang.
Bintang neutron kemudian dapat berputar sangat cepat. Jika rotasi tersebut menghasilkan pancaran radiasi yang secara berkala mengarah ke Bumi, manusia dapat mengamatinya sebagai pulsar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!