Mengapa Bintang Neutron Bisa Begitu Berat?
📅 Kamis, 20 Agu 2026, 07:19 WIB | Oleh: Haryo BronoALAM semesta memiliki benda yang ukurannya hanya sekitar sebuah kota, tetapi massanya dapat mencapai satu hingga beberapa kali massa Matahari. Benda tersebut adalah bintang neutron, salah satu objek paling ekstrem yang dikenal dalam astrofisika.
Bintang neutron merupakan sisa inti sebuah bintang masif yang telah mengalami keruntuhan gravitasi dahsyat. Ketika sebuah bintang masif kehabisan bahan bakar nuklir, inti bintang tidak lagi mampu mempertahankan keseimbangan terhadap gaya gravitasinya sendiri. Inti kemudian runtuh, sementara lapisan luar bintang dapat terlontar dalam ledakan supernova. Yang tersisa adalah inti yang sangat padat.
Materi yang sebelumnya berada di dalam bintang berukuran sangat besar dipaksa berkumpul dalam bola yang diameternya hanya sekitar 20 kilometer. Massa yang sangat besar tersebut kemudian terkonsentrasi dalam ruang yang sangat kecil. Itulah alasan utama mengapa bintang neutron bisa begitu berat.
Bintang neutron tipikal memiliki massa sekitar 1,4 kali massa Matahari, meskipun massa masing-masing bintang neutron dapat berbeda. NASA menyebut bintang neutron sebagai objek paling padat yang dapat diamati secara langsung, dengan massa hingga sekitar dua kali massa Matahari yang dipadatkan ke dalam volume seukuran kota.
Perbandingan ini sulit dibayangkan adalah sebagai berikut. Matahari memiliki diameter sekitar 1,39 juta kilometer. Bintang neutron hanya memiliki diameter sekitar 20 kilometer. Artinya, materi dengan massa yang sangat besar tersebut dipadatkan hingga radiusnya hanya sekitar 10 kilometer.
Astrofisikawan Jocelyn Bell Burnell, yang menemukan pulsar pertama pada 1967, pernah menggambarkan kondisi tersebut dengan perbandingan yang ekstrem. Dalam wawancara yang terdokumentasi, Bell Burnell menjelaskan bahwa bintang neutron memiliki massa kira-kira seperti Matahari, tetapi terkonsentrasi dalam bola dengan radius sekitar 10 kilometer.
“Pulsar memiliki nama lain, yaitu ‘bintang neutron’, karena sebagian besar penyusunnya adalah neutron. Bintang ini sangat padat dan karenanya memiliki massa jenis yang sangat tinggi,” ujar dia.
Pernyataan Bell Burnell tersebut menjelaskan inti persoalannya: bintang neutron bukan sangat berat karena ukurannya besar, melainkan karena materinya sangat rapat.
Salah satu cara paling mudah untuk memahami kepadatan bintang neutron adalah dengan melihat struktur atom. Materi yang kita temui sehari-hari, manusia, batu, air, udara, maupun planet tersusun dari atom. Atom memiliki inti yang sangat kecil dan elektron yang menempati wilayah di sekitarnya.
Sebagian besar volume atom sebenarnya merupakan ruang kosong. Dalam inti bintang yang mengalami keruntuhan gravitasi, kondisi tersebut berubah secara ekstrem. Tekanan yang sangat besar memaksa struktur atom runtuh. Elektron tidak lagi mempertahankan orbit seperti pada atom biasa. Elektron dan proton dapat bergabung sehingga menghasilkan neutron. Akibatnya, materi menjadi jauh lebih rapat.
NASA menggambarkan bintang neutron sebagai objek yang pada dasarnya merupakan inti bintang yang telah mengalami pemampatan ekstrem. Materinya memiliki kepadatan yang jauh melampaui materi biasa di Bumi.
Gambaran yang paling sering digunakan untuk menjelaskan kepadatannya bintang neutron adalah massa sejumlah kecil materinya. NASA memperkirakan satu sendok teh materi bintang neutron dapat memiliki massa sekitar satu miliar ton ketika diukur dalam kondisi gravitasi Bumi. Dalam ilustrasi NASA lainnya, satu kubus gula materi bintang neutron dapat memiliki massa sekitar satu triliun kilogram, atau sekitar satu miliar ton.
Angka ini tentu bukan berarti seseorang dapat mengambil satu sendok teh materi bintang neutron dan membawanya ke Bumi. Materi tersebut hanya dapat berada dalam kondisi seperti itu karena tekanan dan gravitasi ekstrem yang terdapat di dalam bintang neutron.
Jika materi tersebut tiba-tiba berada di Bumi, ia tidak akan mempertahankan struktur bintang neutron secara sederhana. Perbandingan tersebut digunakan untuk menggambarkan betapa ekstremnya kepadatan materi di dalam bintang neutron.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!