Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terobosan Baru! Pemkab Probolinggo dan IPB Berkolaborasi Wujudkan Pesantren Mandiri Pangan

📅 Minggu, 16 Agu 2026, 00:05 WIB | Oleh:
Terobosan Baru! Pemkab Probolinggo dan IPB Berkolaborasi Wujudkan Pesantren Mandiri Pangan Doc: Antara foto/HO-Prokopim Probolinggo
Ket. Bupati Probolinggo Mohammad Haris (tengah) menerima sertifikat apresiasi dari IPB kepada Pemkab Probolinggo di Probolinggo, Jumat (14/8).

PROBOLINGGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Jawa Timur, bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) berkolaborasi untuk mewujudkan program pondok pesantren mandiri pangan.

Rombongan Guru Besar IPB sudah melakukan audiensi dalam rangka memperkenalkan sekaligus membahas "Program Dosen Pulang Kampung" 2026 di Kabupaten Probolinggo sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi dan pondok pesantren dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya melalui program “Model Pesantren Mandiri Pangan melalui Pembelajaran Pertanian Berbasis Alam di Probolinggo.

"Kami menilai pesantren mempunyai potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu pusat pemberdayaan masyarakat, termasuk di sektor pertanian," kata Bupati Probolinggo Mohammad Haris dalam keterangannya di Probolinggo, Sabtu.

Menurutnya, lahan yang tersedia di lingkungan pesantren dapat dimanfaatkan secara produktif dengan dukungan teknologi dan pendampingan yang tepat.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan IPB adalah pemanfaatan pupuk organik dan biopestisida sebagai alternatif dalam penerapan pertanian sehat.

Pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap input pertanian sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kegiatan pertanian.

"Keterlibatan perguruan tinggi sangat penting dalam pembangunan daerah karena dapat memberikan penguatan melalui ilmu pengetahuan, teknologi dan pendampingan kepada masyarakat," tuturnya.

Ia mengatakan pesantren memiliki potensi yang besar untuk ikut mengambil peran dalam membangun kemandirian pangan.

"Tidak hanya mencetak generasi yang kuat secara keagamaan, tetapi juga generasi yang mempunyai keterampilan dan mampu mengembangkan potensi di bidang pertanian," katanya.

Ia menjelaskan pengembangan pertanian di lingkungan pesantren juga dapat menjadi bagian dari upaya regenerasi petani.

"Generasi muda perlu diberikan pemahaman bahwa pertanian bukan sekadar pekerjaan tradisional, melainkan sektor strategis yang dapat dikembangkan menjadi profesi sekaligus sumber ekonomi,” katanya.

Sementara Ketua Tim Guru Besar IPB Prof. Abdul Munif menjelaskan program Dosen Pulang Kampung merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat melalui transfer ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Kabupaten Probolinggo memiliki potensi besar untuk mengembangkan model pesantren mandiri pangan," katanya.

Ia mengatakan lingkungan pesantren memiliki modal sosial yang kuat karena berhubungan langsung dengan masyarakat serta memiliki generasi muda yang dapat menjadi motor penggerak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Viral Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas dalam Serangan Senjata Api, Polisi Dalami Dugaan KKB

Viral Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas dalam Serangan Senjata Api, Polisi Dalami Dugaan KKB

10 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.