Musim Baru Liga Inggris: Arsenal Bidik Gelar Beruntun di Tengah Pergantian Pelatih Tim-Tim Rival
📅 Sabtu, 15 Agu 2026, 07:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraLONDON — Arsenal memulai misi mempertahankan gelar Liga Inggris dengan satu keuntungan penting: mereka menjadi salah satu dari sedikit klub papan atas yang tidak mengalami pergantian pelatih pada musim panas.
Ketika Mikel Arteta memasuki hampir tujuh tahun masa kepemimpinannya di Emirates, sejumlah rival utama justru memulai era baru. Manchester City, Liverpool, dan Chelsea kini memiliki pelatih baru.
Secara keseluruhan, sembilan klub Liga Inggris akan mengawali musim dengan pelatih permanen baru, sebuah jumlah yang menjadi rekor.
Situasi tersebut membuat musim 2026-27 berpotensi menjadi salah satu musim paling sulit diprediksi dalam beberapa tahun terakhir. Pertanyaannya, apakah stabilitas Arsenal akan menjadi keuntungan untuk mempertahankan gelar atau justru para rival baru mampu mengguncang dominasi mereka?
Arsenal memiliki alasan untuk mempertahankan formula yang membawa mereka kembali menjadi juara liga musim lalu. Namun, Arteta sadar bahwa mempertahankan gelar akan jauh lebih sulit daripada merebutnya.
Selain Pep Guardiola, tidak banyak pelatih yang berhasil membangun dinasti di Premier League (Liga Inggris) dalam era modern. Guardiola mampu meraih enam gelar dalam sembilan musim bersama Manchester City, tetapi sebelum dirinya, pelatih terakhir yang berhasil mempertahankan mahkota Premier League adalah Sir Alex Ferguson bersama Manchester United pada 2009.
Arteta juga melihat tanda-tanda bahwa lawan mulai memahami pola permainan Arsenal menjelang akhir musim lalu. Karena itu, bertahan dengan pendekatan lama bukan pilihan.
Arsenal memang berhasil melewati persaingan perebutan gelar dengan Manchester City, tetapi perjalanan mereka tidak selalu indah. Tim London Utara itu banyak mengandalkan bola mati, kerja keras, dan kedisiplinan pertahanan.
Intensitas tersebut bahkan membuat sejumlah pemain seperti Declan Rice dan Bukayo Saka terlihat kelelahan secara fisik maupun mental ketika tampil di Piala Dunia.
Namun, bagi Arsenal dan puluhan ribu pendukung yang memenuhi jalan-jalan London Utara, semua itu tidak lagi penting.
Setelah penantian panjang, Arsenal akhirnya mengakhiri status sebagai klub yang selalu nyaris menjadi juara. “Sekarang kami harus menunjukkan bahwa kami pantas berada di level ini dan ingin membawa klub ini ke dimensi yang berbeda,” kata Arteta.
Arsenal juga membuat keputusan besar di bursa transfer dengan melepas Leandro Trossard ke Besiktas. Sebagai gantinya, mereka berharap winger Yunani Christos Tzolis, yang didatangkan dari Club Brugge, mampu memberikan kreativitas dan gol.
Arteta juga menaruh harapan besar pada gelandang Bruno Guimaraes yang datang dari Newcastle United.
Kehadirannya diharapkan membawa Arsenal ke level berikutnya, terutama dalam hal kekuatan lini tengah dan kemampuan mengontrol pertandingan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!