Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Siang Berubah Jadi Malam, Spanyol Diguncang Fenomena Gerhana Matahari Total

1 Kamis, 13 Agu 2026, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Fenomena yang disiarkan secara langsung oleh NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) tersebut juga memberikan kesempatan langka bagi para ilmuwan untuk mempelajari atmosfer Matahari dan lapisan terluarnya. Penelitian itu diharapkan dapat membantu mengungkap lebih banyak informasi mengenai angin Matahari dan medan magnet bintang tersebut.

Cuaca Jadi Tantangan

Kekhawatiran sempat muncul bahwa hujan dapat mengganggu pengamatan gerhana di wilayah Westfjords, Islandia barat laut.

Ilmuwan sekaligus astronom Saevar Helgi Bragason mengatakan kepada AFP di Reykjavik sebelum gerhana bahwa dirinya merasakan “kegembiraan sekaligus patah hati” akibat prakiraan cuaca yang kurang mendukung.

Namun, ia berharap langit akan cerah setidaknya cukup lama agar dirinya dapat menyaksikan dari rumah apa yang disebutnya sebagai “malam paling singkat, paling tiba-tiba, paling indah, paling unik dan, semoga, paling berkesan dalam hidup kita”.

Langit cerah membantu pengamatan di Spanyol, meskipun kekhawatiran tetap ada akibat suhu tinggi dan risiko kebakaran hutan yang masih berlangsung.

Antusiasme terhadap gerhana atau eclipse fever melanda Spanyol. Pemerintah memperkirakan hampir 450.000 wisatawan tambahan akan datang dan memberikan dorongan ekonomi hingga 347 juta euro atau sekitar Rp6,5 triliun.

Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska mengatakan hampir 25.000 personel kepolisian dikerahkan untuk memastikan pelaksanaan pengamatan gerhana berlangsung aman dan lancar.

“Jalur totalitas sangat sempit. Lebarnya hanya beberapa ratus kilometer,” kata astrofisikawan dan komunikator sains asal Inggris Graham Jones kepada AFP pada 11 Agustus dari Fontanil de los Oteros, Spanyol utara.

“Itulah yang membuat Spanyol begitu istimewa. Jalur totalitas benar-benar melintasi Semenanjung Spanyol,” ujarnya.

Gerhana matahari total berikutnya akan melintasi Spanyol bagian selatan dan Afrika utara pada Agustus 2027. Sementara itu, gerhana matahari cincin atau gerhana anular—ketika Bulan tidak cukup besar untuk menutupi Matahari sepenuhnya sehingga menciptakan efek “cincin api”—diperkirakan melintasi Semenanjung Iberia pada 2028.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Peretasan Kripto, Bagaimana...
Luar Negeri
AS, Korea Selatan, dan Jepa...
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.