Kilang Plaju Perkuat Komitemen Konservasi Satwa dan Ekosistem Pesisir di Sumsel
📅 Rabu, 12 Agu 2026, 13:15 WIB | Oleh: SriyonoPALEMBANG - Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju atau Kilang Plaju memperkuat komitmen konservasi lingkungan melalui berbagai upaya pelestarian satwa, penghijauan, hingga pemulihan ekosistem pesisir di Sumatera Selatan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju Siti Fauzia dalam keterangannya di Palembang, Rabu (12/8), mengatakan upaya tersebut dilakukan bertepatan dengan momentum Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang diperingati setiap 10 Agustus dengan tema "Konservasi Alam: Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia".
Salah satu upaya yang dilakukan yakni konservasi rusa sambar di kawasan penangkaran Sungai Gerong. Saat ini terdapat 12 ekor rusa sambar yang terdiri atas empat jantan, enam betina, dan dua ekor yang jenis kelaminnya belum diketahui.
Rusa sambar memiliki status konservasi Vulnerable atau rentan. Penangkaran tersebut dilakukan untuk menjaga keberadaan satwa sekaligus meningkatkan kepedulian pekerja dan masyarakat terhadap pentingnya perlindungan fauna.
Kilang Plaju juga melakukan konservasi ikan belida di Kampus C PGRI Palembang. Terdapat dua jenis belida yang dikonservasi, yakni belida lopis sebanyak lima ekor induk dan 40 ekor benih serta belida jawa sebanyak 22 ekor induk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Belida lopis berstatus Extinct atau punah, sedangkan belida jawa berstatus Least Concern atau berisiko rendah.
Konservasi ikan belida tersebut tidak hanya ditujukan untuk menjaga populasi ikan lokal, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem perairan.
Selain konservasi satwa, Kilang Plaju turut memperluas ruang hijau melalui program penghijauan. Hingga saat ini, area penghijauan mencapai 212,8365 hektare yang tersebar di kawasan Kilang Plaju, Kilang Sungai Gerong, Kompleks Pertamina, dan Lapangan Golf Bagus Kuning.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penghijauan dilakukan untuk menjaga kualitas lingkungan sekaligus mempertahankan ruang tumbuh bagi berbagai flora dan fauna.
Di kawasan pesisir, Kilang Plaju bersama RDMP Project Sumatera telah menanam 21.000 bibit mangrove sejak 2023 di kawasan Perhutanan Sosial Hutan Desa Sungsang IV, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Penanaman mangrove tersebut terus dipantau untuk memastikan pertumbuhannya sehingga ekosistem yang dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang, termasuk membantu menjaga kawasan pesisir, menjadi habitat berbagai biota, dan mendukung penyerapan karbon.
Upaya konservasi tidak dapat dilakukan sendiri, akan tetapi Keterlibatan masyarakat, pemerintah, akademisi, dan berbagai mitra menjadi bagian penting agar program yang dijalankan dapat memberikan manfaat berkelanjutan.
"Kami ingin apa yang dilakukan hari ini menjadi bagian dari lingkungan yang lebih baik untuk generasi berikutnya," katanya.
Berbagai program tersebut sekaligus menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam menjalankan kegiatan perusahaan secara bertanggung jawab.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!