Jaksa Agung Lantik Erich Folanda, Dipercaya Jabat Direktur Pengendalian Operasi Jampidsus
📅 Rabu, 12 Agu 2026, 17:40 WIB | Oleh: Henri pelupessySEMARANG – Jaksa Agung RI ST. Burhanuddin kembali mempercayakan posisi strategis di lingkungan Jampidsus kepada Erich Folanda, SH, MHum. Erich ditunjuk sebagai Direktur Pengendalian Operasi pada Jampidsus, setelah sebelumnya menjabat Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Jawa Tengah, selama tiga bulan.
Penugasan inimenegaskan kuatnya pengalaman dan kapabilitas Erich di bidang tindak pidana khusus. Posisi yang dipercayakan kepadanya, berkaitan langsung dengan fungsi pengendalian operasi dalam penanganan perkara tindak pidana khusus, yang memiliki kompleksitas dan perhatian publik tinggi.
Dengan latar belakang dan pengalaman panjang di bidang tindak pidana khusus, Erich dinilai memiliki modal yang cukup kuat untuk menjalankan tugas tersebut. Pengalaman di tingkat pusat maupun daerah membuatnya memahami dinamika penanganan perkara dari sisi teknis, koordinasi maupun pengendalian.
Sebelum menjabat Wakajati Jawa Tengah, Erich pernah dipercaya sebagai Koordinator pada Jampidsus. Ia juga pernah menjabat Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Barat serta Kepala Sub Seksi Tindak Pidana Korupsi pada Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan.
Rekam jejak tersebut memperlihatkan bidang tindak pidana khusus bukanlah wilayah baru bagi Erich. Ia telah melewati berbagai jenjang penugasan yang bersentuhan langsung dengan penanganan perkara korupsi dan tindak pidana khusus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena itu, penugasan di posisi Direktur Pengendalian Operasi Jampidsus dapat dipandang sebagai penempatan sumber daya manusia yang memiliki pengalaman teknis sekaligus kemampuan manajerial untuk mengendalikan penanganan perkara.
Dalam menjalankan tugas, Erich dikenal memiliki karakter yang tenang dan komunikatif. Ia juga menempatkan ketelitian dalam pembuktian, akuntabilitas serta koordinasi sebagai bagian penting dalam proses penegakan hukum.
Kapabilitas tersebut menjadi semakin relevan ketika penanganan perkara tindak pidana khusus membutuhkan kemampuan membaca persoalan secara komprehensif, mengintegrasikan informasi dari berbagai pihak, sekaligus memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tidak hanya berkutat pada penanganan perkara, Erich juga memiliki perhatian terhadap penguatan kesadaran hukum masyarakat. Ketika bertugas di daerah, ia aktif mendorong literasi hukum, pengembangan paralegal serta edukasi antikorupsi.
Seorang pejabat kejaksaan tidak hanya berhadapan dengan perkara pidana atau administrasi hukum, melainkan juga kultur sosial, kepentingan politik lokal, hingga ekspektasi masyarakat yang berbeda-beda.
Dalam suatu kesempatan, Erich mengatakan, pengalaman ternyata membentuk cara pandangnya terhadap profesi aparat penegak hukum, bukan hanya menjalankan aturan, melainkan juga memahami masyarakat tempat ia bertugas.
“Sebagai abdi negara, saya harus siap ditempatkan untuk mengemban tugas di mana pun wilayah yang ditugaskan,” ujar Erich kepada wartawan baru-baru ini.
Sementara itu, perhatian terhadap pendidikan nonformal bahkan membuat Erich yang biasa disapa tersebut mendapat PKBM Award sebagai Tokoh Peduli Pendidikan Nonformal. Penghargaan itu menjadi salah satu catatan lain dari kiprahnya di luar tugas kedinasan.
Jejak Pendidikan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!