Netanyahu Tolak Rencana 15 Poin Trump untuk Gaza
📅 Senin, 10 Agu 2026, 10:08 WIB | Oleh: Lili LestariPada hari Minggu, Netanyahu menegaskan hal itu tidak akan terjadi di bawah kepemimpinannya. Ia mengatakan Hamas harus melucuti senjata terlebih dahulum tidak bisa berupa "pelucutan senjata fiktif" - itu harus nyata.
Realitanya, setiap pelucutan senjata dan penarikan pasukan Israel kemungkinan besar perlu dilakukan secara bertahap.
Netanyahu mengatakan, ia saat ini sedang berdiskusi dengan para pejabat AS tentang bagaimana langkah selanjutnya.
"Mereka punya ide; beberapa di antaranya dapat kami terima dan beberapa lainnya tidak, dan kami tahu bagaimana mempertahankan pendirian kami dalam hal-hal ini," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, hanya beberapa bulan sebelum pemilihan umum Israel dan di bawah tekanan dari anggota koalisi sayap kanannya untuk mengambil sikap keras terhadap Gaza, ia sepertinya tidak akan mau membuat konsesi.
Ia menghadapi seruan dari kelompok sayap kanan dalam koalisi untuk mengadakan pemungutan suara kabinet baru dan mengakhiri rencana Gaza, termasuk Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir yang menolak rancangan tersebut sebagai "tidak dapat diterima".
Nickolay Mladenov - seorang diplomat senior yang ditugaskan untuk mengimplementasikan rencana perdamaian Donald Trump - membela rencana tersebut dan mengatakan bahwa diskusi masih berlangsung dengan harapan akan ada "hasil yang positif".
Sebaiknya Anda baca juga:
Perwakilan tinggi dewan untuk Gaza mengatakan kepada Channel 12 Israel bahwa Israel telah diminta "untuk memberi kesempatan pada proses tersebut" dan mengatakan bahwa rencana itu adalah "satu-satunya jalan ke depan" untuk memastikan tidak ada pengulangan serangan 7 Oktober 2023 oleh Hamas.
Mladenov mengatakan rencana tersebut dibangun berdasarkan proses yang "dapat diverifikasi, dapat dibalik, dapat dihentikan di setiap tahapnya, dan telah kami bangun dengan pemahaman yang sangat jelas tentang tantangan yang akan datang".
Dia juga mengatakan Israel tidak akan diwajibkan untuk menarik diri sampai dapat dipastikan bahwa Hamas mengambil langkah-langkah untuk melucuti senjata.
Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 1,9 juta orang - 90% dari populasi Gaza - telah mengungsi di wilayah tersebut sejak perang di Gaza dimulai.
Perang tersebut dipicu oleh serangan yang dipimpin Hamas terhadap Israel selatan pada 7 Oktober 2023, sekitar 1.200 orang tewas dan 251 lainnya disandera.
Israel menanggapi serangan itu dengan melancarkan kampanye militer di Gaza, yang mengakibatkan lebih dari 73.000 orang tewas, menurut kementerian kesehatan wilayah tersebut, yang angka-angkanya dianggap dapat diandalkan oleh PBB.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!