Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Netanyahu Tolak Rencana 15 Poin Trump untuk Gaza

📅 Senin, 10 Agu 2026, 10:08 WIB | Oleh:
Netanyahu Tolak Rencana 15 Poin Trump untuk  Gaza Doc: AP
Ket. Presiden AS Donald Trump mendengarkan saat PM Israel Benjamin Netanyahu berbicara di klub Mar-a-Lago milik Presiden Donald Trump, di Palm Beach, Florida, pada 29 Desember 2025 .

JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak rencana 15 poin Presiden AS Donald Trump untuk Gaza, dengan menyatakan bahwa penarikan pasukan militer tidak akan terjadi sampai Hamas benar-benar dilucuti senjatanya.

Dewan Perdamaian Trump bulan lalu mengatakan telah mencapai kesepakatan untuk "pelucutan senjata sepenuhnya" Hamas dan kelompok bersenjata lainnya di Gaza.

Namun Hamas mengatakan penyerahan senjata beratnya bergantung pada Israel mengakhiri "segala bentuk agresi" dan menarik pasukannya dari Gaza.

Israel terus melakukan serangan terhadap Gaza sejak menyetujui gencatan senjata awal di wilayah tersebut pada Oktober lalu.

"Israel menolak dokumen 15 poin tersebut," kata Netanyahu dalam rapat kabinet pada hari Minggu (9/8), seperti dikutip BBC.

Militer Israel "tidak akan melakukan penarikan pasukan sampai Hamas benar-benar dilucuti senjatanya dan akan terus menggagalkan ancaman terhadap pasukan dan warga negara kami," tambahnya.

Seorang pejabat Hamas mengatakan kepada BBC pada hari Minggu bahwa Hamas "menegaskan kembali komitmennya" terhadap perjanjian tersebut dan siap "untuk terlibat secara serius dan bertanggung jawab dalam mengimplementasikan" rencana 15 poin tersebut.

Mereka meminta para mediator untuk memastikan "bahwa semua pihak mematuhi apa yang telah disepakati".

Penolakan Israel ini menandai pukulan lain bagi rencana perdamaian Gaza Trump yang diumumkan pada September tahun lalu.

Rencana tersebut mencakup pembentukan Dewan Perdamaian (Board of Peace) untuk mengawasi pelaksanaan perjanjian, serta pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel, dan rekonstruksi Gaza.

Pernyataan Netanyahu bukanlah suatu kejutan.

Namun, ia membutuhkan waktu untuk membuatnya, mungkin mencerminkan posisi sulit yang dihadapi pemimpin Israel tersebut.

Dia jelas tidak senang dengan rencana Trump, tetapi pada saat yang sama dia tidak ingin mengecewakan sekutu terdekatnya.

Baru sekitar seminggu sejak Trump mengumumkan apa yang disebutnya sebagai "langkah monumental menuju perdamaian dan keamanan abadi" - bahwa Hamas untuk pertama kalinya setuju untuk melucuti senjata, dengan syarat Israel menarik pasukannya dari Gaza.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Advertisement
gaia musik festival
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp72.400/...
Luar Negeri
Netanyahu Tolak Rencana 15 ...
Kado HUT ke-81 RI, Naik Transportasi Umum Milik Pemprov DKI Cuma Rp1 pada 17 Agustus

Kado HUT ke-81 RI, Naik Transportasi Umum Milik Pemprov DKI Cuma Rp1 pada 17 Agustus

10 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Rombak Total Timnas Sepak Bola
📅 Senin, 10-Agu-2026
# 7
Rombak Total Timnas Sepak Bola
📅 Senin, 10-Agu-2026
Rombak Total Timnas Sepak Bola
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.