Telkom Rampungkan Spin-Off InfraCo Tahap 2, InfraNexia Kelola 112.000 Km Jaringan Fiber
📅 Minggu, 09 Agu 2026, 16:30 WIB | Oleh: Haryo BronoPenguatan infrastruktur tersebut juga dipersiapkan untuk mendukung pertumbuhan sejumlah kebutuhan digital, termasuk kecerdasan artifisial (AI), cloud computing, dan data center di Indonesia.
Dorong Efisiensi dan Kemitraan Strategis
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, mengatakan Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan bagian dari penataan portofolio TelkomGroup untuk membangun bisnis infrastruktur digital dengan proposisi nilai yang lebih kuat.
“Melalui pembentukan InfraNexia, Telkom tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan aset dan meningkatkan fleksibilitas dalam mengembangkan peluang kemitraan, tetapi juga menciptakan fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh portofolio bisnis TelkomGroup,” kata Seno.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, pemisahan pengelolaan infrastruktur tersebut juga menjadi bagian dari upaya TelkomGroup menuju struktur strategic holding. Dengan struktur yang lebih fokus, masing-masing entitas diharapkan dapat mengoptimalkan peran dan kontribusinya terhadap penciptaan nilai.
Strategi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pengembangan ekosistem infrastruktur digital Indonesia agar lebih terbuka, kompetitif, dan mampu bersaing di tingkat global.
Model pemisahan bisnis infrastruktur dari perusahaan telekomunikasi utama sebelumnya telah diterapkan oleh sejumlah operator internasional. Beberapa di antaranya adalah Telstra, Telecom Italia (TIM), CETIN, Telenor, Telefónica, dan KPN.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemisahan tersebut pada umumnya ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset, meningkatkan efisiensi operasional, serta membuka ruang kemitraan dan model bisnis wholesale yang lebih luas.
Tetap Profesional dan Netral
Meskipun Telkom tetap memegang lebih dari 99 persen saham InfraNexia, perusahaan tersebut akan menjalankan kegiatan operasional secara profesional dalam melayani pelanggan.
Pemisahan pengelolaan aset diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan keandalan layanan konektivitas, termasuk mendukung perluasan penetrasi fixed broadband di Indonesia.
TelkomGroup menyatakan proses transaksi Spin-Off InfraCo Tahap 2 dilakukan tanpa mengganggu layanan kepada pelanggan. Pengalihan aset dan bisnis juga disebut dilakukan dengan memperhatikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), ketentuan hukum, serta regulasi yang berlaku, termasuk ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dengan selesainya tahap kedua, InfraNexia kini memiliki basis aset yang lebih besar untuk mengembangkan bisnis infrastruktur digital wholesale. Penguatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi TelkomGroup dalam mengoptimalkan aset jaringan, meningkatkan efisiensi investasi, dan memperluas konektivitas digital di Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!