Kulit Asia Lebih Rentan Pigmentasi, Teknologi Baru Ditawarkan untuk Perawatannya
📅 Minggu, 09 Agu 2026, 16:58 WIB | Oleh: Haryo Brono“Pond's Skin Institute sebagai pionir penggunaan Niacinamide sebagai brightening agent pada tahun 1976 menghadirkan Pond's Bright Miracle dengan kandungan Niasorcinol™, teknologi brightening paling advanced yang telah dikembangkan melalui penelitian selama 15 tahun dan dipatenkan,” ujar Matthew.
Menurut Matthew, Niasorcinol™ menggabungkan Niacinamide dan E-Resorcinol yang bekerja pada lapisan epidermis. Teknologi tersebut dikembangkan dengan pendekatan multi-pathway brightening, yang menurut perusahaan ditujukan untuk membantu proses regenerasi kulit sekaligus menangani penumpukan melanin.
Pond's menyebut teknologi tersebut terinspirasi dari mekanisme self-repair pada ubur-ubur dan kemudian dikembangkan melalui penelitian untuk aplikasi pada perawatan kulit.
Klaim Berdasarkan Pengujian Laboratorium dan Klinis
Sebaiknya Anda baca juga:
Pond's menyatakan Niasorcinol™ telah melalui sejumlah pengujian. Dalam uji in vitro, teknologi tersebut diklaim mampu mengurangi melanin berlebih hingga 100 kali lipat.
Perusahaan juga menyebut hasil pengujian menunjukkan kemampuan mencerahkan yang diklaim 2,8 kali lebih tinggi dibandingkan Niacinamide, 50 kali dibandingkan Hydroquinone, dan 500 kali dibandingkan Kojic Acid.
Namun, angka tersebut merupakan hasil pengujian yang dilakukan dalam kondisi tertentu dan tidak serta-merta menggambarkan hasil penggunaan pada setiap individu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam pengujian klinis dengan pemakaian rutin selama delapan minggu, Pond's melaporkan perubahan yang mulai terlihat sejak tiga hari pertama. Perusahaan menyebut penggunaan produk membantu mengurangi tampilan kulit kusam sebesar 20 persen dan noda hitam hingga 30 persen.
Produk tersebut juga disebut telah menjalani pengujian dermatologi untuk berbagai jenis kulit.
Perubahan Preferensi Konsumen
Pengembangan produk perawatan kulit dengan pendekatan berbasis sains juga berlangsung di tengah perubahan preferensi konsumen. Data Indonesia Consumer Trend on Beauty Industry yang dikutip Pond's menunjukkan 84 persen perempuan Indonesia lebih menginginkan kulit sehat dengan glow alami dibandingkan sekadar kulit putih.
Perubahan tersebut turut mendorong industri kecantikan untuk mengembangkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada perubahan warna kulit, tetapi juga kesehatan dan kondisi kulit secara keseluruhan.
Melalui keikutsertaannya dalam PIT XXI Perdoski 2026, Pond's berharap diskusi mengenai karakteristik biologis kulit Asia dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kebutuhan kulit dan pilihan perawatan yang sesuai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!