Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inflasi Sulut Capai 4,2 Persen, Harga Cabai Jadi Biang Kerok?

📅 Sabtu, 26 Sep 2026, 04:53 WIB | Oleh:
Inflasi Sulut Capai 4,2 Persen, Harga Cabai Jadi Biang Kerok? Doc: Antara foto
Ket. Harga cabai di sentra perdagangan Kota Manado masih tinggi.

MANADO - Guru Besar Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Prof Dr Joy Tulung mengatakan harga cabai rawit yang tinggi bisa mendorong angka inflasi Sulawesi Utara (Sulut) sebesar 4,2 persen secara YonY di tahun 2026.

"Lonjakan harga cabai rawit hingga Rp200 ribu per kilogram tidak dapat lagi dianggap sebagai fluktuasi musiman biasa, ini merupakan sinyal kuat terjadinya gangguan pasokan akibat kemarau panjang, turunnya produksi, dan berkurangnya pasokan dari daerah penghasil," kata Joy, di Manado, Jumat.

Dia mengatakan posisi Sulawesi Utara memasuki September memang sudah cukup tertekan. Pada Agustus 2026, Sulut mengalami inflasi 0,29 persen secara bulanan dan 3,99 persen secara tahunan. Inflasi tahunan Kota Manado bahkan mencapai 4,21 persen.

Cabai rawit dan kangkung telah menjadi pendorong utama inflasi Agustus, karena harga cabai sudah naik sejak akhir Agustus dan mencapai Rp180 ribu–Rp200 ribu pada awal September, terdapat efek lanjutan terhadap inflasi September.

Namun, katanya, harga Rp200 ribu pada satu atau dua pasar tidak otomatis berarti inflasi meningkat sebesar persentase kenaikan harga cabai, karena inflasi dihitung berdasarkan seluruh kelompok barang dan rata-rata harga selama periode pencacahan.

Apabila harga tersebut hanya berlangsung beberapa hari kemudian pasokan segera pulih, dampaknya masih dapat dibatasi.

Sebaliknya, jika harga Rp180 ribu–Rp200 ribu bertahan selama dua hingga tiga minggu dan terjadi di sebagian besar pasar, cabai rawit berpotensi menyumbang beberapa persepuluh poin persentase terhadap inflasi.

Dalam skenario tersebut, katanya, inflasi Sulut pada September berisiko berada sekitar 0,3–0,6 persen secara bulanan, sehingga inflasi tahunannya dapat bergerak ke kisaran 4,2–4,5 persen.

"Ini merupakan skenario risiko, bukan angka proyeksi resmi, karena masih bergantung pada pergerakan harga tomat, bawang, beras, ikan, dan angkutan udara," katanya.

Dampaknya juga lebih luas dari pada angka inflasi. Kenaikan harga cabai akan meningkatkan pengeluaran rumah tangga serta biaya produksi rumah makan, katering, dan UMKM kuliner. Jika pelaku usaha menaikkan harga makanan, tekanan yang semula bersifat sementara dapat menyebar ke komoditas lain dan bertahan lebih lama.

Langkah Pemprov Sulut untuk mendatangkan pasokan dari luar daerah sudah tepat, kata Joy, tetapi harus segera diwujudkan dalam volume yang cukup.

TPID perlu menghitung kebutuhan dan kekurangan pasokan dalam satuan ton, memfasilitasi kerja sama dengan daerah surplus, memberikan bantuan biaya angkut sementara, serta menggelar pasar murah secara terarah di pasar-pasar utama.

Pemerintah juga harus membuka data harga di tingkat petani, distributor, dan pedagang eceran agar dapat diketahui apakah kenaikan murni akibat kekurangan produksi atau diperbesar oleh rantai distribusi dan penahanan stok.

Ia mengatakan pemerintah sebaiknya tidak menetapkan harga maksimum secara sepihak karena dapat membuat pedagang enggan memasok. Penindakan diperlukan apabila ditemukan penimbunan atau permainan harga, tetapi solusi utamanya tetap penambahan pasokan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Kasus ISPA Ditemukan di Tuj...
Nasional
Menteri Imipas Lakukan Sida...
Olahraga
Kabar Terbaru Asian Games 2...
Advertisement
Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

25 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.