Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lifter Putri Indonesia Natasya Beteyob Mulai Gaspol, Kualifikasi Olimpiade Jadi Sasaran

📅 Sabtu, 26 Sep 2026, 04:27 WIB | Oleh:
Lifter Putri Indonesia Natasya Beteyob Mulai Gaspol, Kualifikasi Olimpiade Jadi Sasaran Doc: Antara foto
Ket. Lifter putri Indonesia Natasya Beteyob gagal melakukan angkatan snatch pada final kelas 61 kilogram angkat besi Asian Games 2026 di Nagoya City Trade and Industry Center, Nagoya, Aichi, Jepang, Jumat (25/9).

JAKARTA - Lifter putri Indonesia Natasya Beteyob mengalihkan fokus ke ajang kualifikasi Olimpiade yang akan berlangsung di China bulan depan setelah menyelesaikan penampilannya pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.

Natasya mengatakan agenda kualifikasi Olimpiade tersebut menjadi target berikutnya setelah dirinya menjalani persiapan panjang sejak Januari untuk menghadapi Asian Games.

"Kualifikasi Olimpiade bulan depan China," kata Natasya di Nagoya City Trade and Industry Center, Jepang, Jumat.

Sebelum tampil di Asian Games, Natasya terlebih dahulu memperkuat kontingen Indonesia pada SEA Games 2025 Thailand di kelas 58 kilogram. Ia meraih medali perak dengan total angkatan 218 kilogram hasil dari 98 kilogram pada snatch dan 120 kilogram pada clean and jerk.

Selepas SEA Games, Natasya langsung menaikkan kelasnya ke 61 kilogram dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan di kelas barunya.

"Persiapannya lumayan. Berat juga sih. Sesuai dengan program yang direncanakan. Dari Januari," ujar Natasya.

Pada debutnya di kelas 61 kilogram Asian Games 2026, Natasya membukukan total angkatan 220 kilogram, masing-masing 98 kilogram pada snatch dan 122 kilogram pada clean and jerk.

Catatan tersebut menempatkan Natasya di peringkat keenam. Medali emas diraih lifter China Yang Liu Yue dengan total angkatan 251 kilogram, diikuti Park Jin Hae dari Korea Utara dengan 248 kilogram dan Kuo Hsing-chun dari Taiwandengan 237 kilogram.

Meski belum berhasil menembus jajaran peraih medali, Natasya menilai penampilannya menunjukkan perkembangan setelah naik kelas dan angkatan seberat 122 kg menjadi angkatan terberatnya pada clean and jerk, meningkat dibanding catatan sebelumnya 120 kg.

Menurut Natasya, persaingan di kelas 61 kilogram cukup berat karena dirinya baru beradaptasi dengan kelas tersebut setelah tampil di kelas 58 kilogram.

"Sangat ketat. Sangat berat juga sih," ujar Natasya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Tangerang Open Speed Marath...
Advertisement
Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

25 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.