Ilmuwan Stanford Gunakan AI untuk Membuat Virus Baru yang Dapat Membunuh E.Coli
📅 Minggu, 09 Agu 2026, 11:08 WIB | Oleh: Lili LestariPerkambangan baru dalam teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) di bidang kedokteran. Para ilmuwan baru-baru ini menggunakannya untuk membuat virus yang dapat membunuh bakteri berbahaya seperti E. coli.
Global News melaporkan, para ilmuwan di Universitas Stanford telah menciptakan virus pertama yang dirancang oleh AI. Para peneliti menggunakan model AI generatif bernama EVO 2 untuk menciptakan jenis virus tertentu yang dikenal sebagai "bakteriofag."
Istilah “fag” biasanya digunakan sebagai akhiran yang berarti “memakan atau melahap,” kata Dr. Greg German, seorang dokter, ahli mikrobiologi, dan peneliti klinis yang berfokus pada infeksi saluran kemih dan terapi fag di Unity Health Toronto.
“Fage bakteri memakan bakteri, memprogram ulang bakteri tersebut untuk menghasilkan lebih banyak fage, sama seperti virus manusia menyerang sel manusia untuk menghasilkan lebih banyak virus manusia,” katanya.
Mengapa Virus Baru?
Sebaiknya Anda baca juga:
Para ilmuwan berharap bakteriofag dapat berfungsi secara efektif sebagai antibiotik baru, melawan bakteri seperti E. coli yang berbahaya bagi manusia.
“Pada dasarnya ini adalah musuh dari musuhku,” kata German.
“Bakteriofag dan bakteri telah bertarung selama lebih dari dua setengah miliar tahun. Dan sekarang kita mencoba mencari cara yang tepat untuk menggunakannya (untuk manusia),” tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penelitian serupa juga sedang dilakukan di Kanada.
Bulan lalu, Unity Health di Toronto terpilih untuk memimpin uji coba penelitian internasional senilai $25 juta tentang penggunaan virus untuk mengobati infeksi yang resisten terhadap obat.
German, yang memimpin uji klinis ini, mengatakan, mereka akan mengobati 212 wanita yang menderita infeksi saluran kemih akibat E. coli selama empat tahun ke depan dengan menggunakan fag.
Para ilmuwan harus mengisolasi fag untuk mendesainnya agar menargetkan penyakit tertentu pada orang tertentu, kata German. Fag yang akan digunakan untuk mengobati wanita dalam uji coba tersebut akan "dipersonalisasi untuk mereka."
"Ini seperti menemukan 'kunci' yang tepat untuk sebuah 'gembok'," katanya.
Penelitian juga sedang dilakukan untuk menentukan bagaimana fag ini dapat mempengaruhi orang yang menderita kondisi lain seperti infeksi sendi prostetik atau fibrosis kistik, tambahnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!