Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Tetapkan Standar Baru Akurasi Baterai EV, Pasar Mobil Listrik Bekas Makin Transparan

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 06:18 WIB | Oleh:

Dokumen tersebut menetapkan tingkat minimum retensi SOCE untuk kendaraan listrik penumpang ringan berdasarkan usia dan akumulasi jarak tempuh kendaraan sebagai berikut:

Usia Kendaraan Jarak Tempuh Acuan Persyaratan Minimum SOCE

5 tahun 100.000 km ≥82%

8 tahun 160.000 km ≥75%

10 tahun 200.000 km ≥70%

Angka-angka tersebut menunjukkan sisa energi yang masih tersedia dibandingkan kapasitas energi awal saat kendaraan keluar dari pabrik. Sebagai contoh, baterai dengan kapasitas energi awal 100 kWh harus masih memiliki sedikitnya 82 kWh setelah digunakan selama lima tahun dan menempuh jarak 100.000 kilometer sesuai persyaratan evaluasi.

Informasi yang dipublikasikan hanya berlaku untuk kendaraan penumpang ringan. Dokumen tersebut tidak menjelaskan apakah ambang batas serupa juga akan diterapkan pada kendaraan komersial, bus, truk, atau kendaraan roda dua.

Konteks regulasi

Pengungkapan standar ini dilakukan di tengah upaya Tiongkok yang terus mengembangkan berbagai standar terkait kualitas baterai kendaraan listrik, daur ulang, keselamatan, dan pengelolaan siklus hidup baterai.

GB/T 46991.1-2025 berfokus pada pengukuran kesehatan baterai, akurasi tampilan, dan evaluasi daya tahan. Standar ini terpisah dari standar keselamatan wajib seperti GB 38031-2025 yang mengatur persyaratan keselamatan baterai, termasuk ketentuan mengenai thermal runaway.

Sebagai standar nasional yang bersifat rekomendasi, GB/T 46991.1-2025 berfokus pada kriteria evaluasi dan tidak menetapkan sanksi administratif, kewajiban penarikan kembali kendaraan (recall), maupun tindakan penegakan hukum yang dipublikasikan bagi kendaraan yang melebihi batas penyimpangan yang ditentukan.

Kondisi baterai kini menjadi salah satu faktor penting dalam pembahasan garansi, penilaian kendaraan listrik bekas, dan pertimbangan kepemilikan jangka panjang.

Kekhawatiran mengenai pengaruh kebiasaan pengisian daya, termasuk penggunaan fast charging secara rutin, terhadap penuaan baterai juga meningkatkan perhatian terhadap pentingnya penilaian kondisi baterai yang akurat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ribuan Penebang Tebu Sambut Mentan Amran, Diajak Dukung Swasembada Gula Nasional.
    Preview komentar:
    swasambada gula juga tidak kalah pentingnya dari swasembada ...
  • Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi yang sering berinteraksi dengan sektor distribusi ...
  • Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
    Preview komentar:
    Membaca ulasan komprehensif ini memberikan perspektif baru yang ...
"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

26 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.