Belanja Saja Tak Cukup, Kemendag Minta Festival Terhubung dengan Pariwisata
📅 Jumat, 07 Agu 2026, 20:20 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Integrasi festival belanja dengan sektor pariwisata dapat menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang lebih besar bagi perekonomian daerah.
Ketika agenda belanja dipadukan dengan atraksi wisata, budaya, dan kuliner, wisatawan cenderung memiliki durasi tinggal yang lebih lama serta meningkatkan pengeluaran di berbagai sektor.
Sinergi ini tidak hanya mendorong omzet ritel dan UMKM, tetapi juga memperkuat daya tarik destinasi sebagai tujuan wisata berbasis pengalaman.
Agar dampaknya berkelanjutan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan industri pariwisata perlu memastikan festival dikemas secara konsisten, memiliki kalender acara yang jelas, serta didukung promosi yang efektif.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan pelaksanaan festival belanja seperti Indonesia Shopping Festival (ISF) 2026 dapat diintegrasikan dengan sektor pariwisata untuk tidak hanya mendorong peningkatan transaksi tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita buatkan semacam paket-paket, jadi ada sektor pariwisata yang terlibat, ada pusat perbelanjaan, pemerintah daerah, di bulan ini (Agustus) tuh tawaran belanjanya di mana saja, kemudian paket hotelnya apa yang nyambung, transportasinya bagaimana, sehingga ekosistem belanja nasional kita itu semakin besar," kata Iqbal dalam acara pembukaan Indonesia Shopping Festival 2026 di K Mall Jakarta, Jumat (7/8).
Kemendag menilai kolaborasi antara pusat perbelanjaan, sektor pariwisata, pemerintah daerah, hotel, dan transportasi dapat membentuk ekosistem belanja yang mendorong perputaran ekonomi di berbagai sektor.
Wisatawan yang datang untuk berbelanja, misalnya, dapat sekaligus menggunakan jasa hotel, transportasi, kuliner, hingga mengunjungi destinasi wisata di daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, menurut dia, lokasi penyelenggaraan ISF 2026 yang juga bersebrangan dengan lokasi tempat pameran JIExpo Kemayoran juga menjadi daya tarik yang akan mendatangkan pengunjung dari berbagai daerah hingga pengunjung internasional sehingga peluang pembeli produk UMKM semakin luas.
Dengan begitu, festival belanja tidak hanya menghasilkan transaksi di pusat perbelanjaan, tetapi juga memberikan efek berganda kepada sektor lain.
Integrasi antara belanja dan pariwisata juga diharapkan dapat memperkuat daya tarik daerah.
Pemerintah daerah dapat mengembangkan paket wisata yang menghubungkan destinasi lokal dengan pusat perbelanjaan serta sentra UMKM.
"Kami dari pemerintah tentu saja posisinya adalah sangat mendukung, karena ini merupakan roda penggerak ekonomi utama kita, yaitu konsumsi domestik, ditambah lagi dengan kehadiran salah satu unsur dari pariwisata," katanya.
Dengan konsep tersebut, festival belanja tidak hanya menjadi ajang promosi dan diskon, tetapi dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta memperluas perputaran uang di daerah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!