Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Posisi di Ujung Tanduk, Timnas Indonesia Butuh Kreativitas dan Variatif Serangan untuk Kalahkan Singapura

📅 Kamis, 06 Agu 2026, 22:12 WIB | Oleh:

Kecenderungan Indonesia mengandalkan umpan silang memang meningkat sepanjang Piala AFF 2026. Dalam tiga pertandingan, Indonesia rata-rata melepaskan 15,3 umpan silang per laga, meningkat tajam dibanding rata-rata delapan umpan silang dalam empat pertandingan sebelum turnamen ini.

Vietnam benar-benar tampil matang. Mereka menunjukkan kualitas sebagai tim yang telah dibangun secara konsisten selama lebih dari dua tahun di bawah Kim Sang-sik.

Sebaliknya, kekalahan ini menjadi bukti bahwa Herdman masih memiliki banyak pekerjaan rumah, terutama dalam memahami karakter permainan tim-tim Asia Tenggara.

Vietnam kembali menegaskan statusnya sebagai penguasa Asia Tenggara. Di lengan kanan jersi mereka tersemat logo emas bergambar trofi Piala AFF sebagai simbol juara bertahan. Vietnam kini telah mengoleksi tiga gelar, sementara Indonesia masih terus menanti trofi pertamanya.

Herdman mengakui kalah

Herdman mengakui keunggulan taktik Kim Sang-sik. Mantan pelatih yang membawa Kanada tampil di Piala Dunia 2022 itu menilai strategi lawannya berjalan lebih efektif.

Meski tiga gol Indonesia berawal dari kesalahan sendiri, Herdman enggan menyalahkan para pemain. Menurutnya, tanggung jawab memastikan tim bermain baik dalam menyerang maupun bertahan sepenuhnya berada di pundaknya.

Ia juga tidak menyesali pendekatan yang dipilih. Herdman menegaskan tengah membangun identitas permainan jangka panjang, bukan tim yang hanya mengandalkan pertahanan.

Menurutnya, kekalahan dari Vietnam bukan disebabkan karena Indonesia terlalu berani menyerang. Persoalan utamanya terletak pada organisasi permainan yang belum berjalan baik. Saat kehilangan bola, para pemain belum memahami posisi masing-masing sehingga Vietnam berkali-kali mampu memanfaatkan ruang kosong melalui serangan balik cepat.

Identitas permainan yang sedang dibangun Herdman adalah sepak bola menyerang, pressing agresif, dan membangun serangan dari belakang. Filosofi itulah yang ingin dibawanya menuju Piala Asia 2027 di Arab Saudi.

"Saya pikir itu penting bagi evolusi kami. Ini adalah pertandingan keempat grup pemain ini bersama-sama, pertandingan resmi kedua atau ketiga. Kami akan terus berkembang. Kami harus menerima pukulan ini, tapi kami harus mengakuinya. Kami tidak boleh membuang muka, kami harus mengakui kesalahan, belajar, dan seperti yang Ridho katakan, kami tetap bersatu karena kami punya pertandingan besar lainnya," kata Herdman.

Semoga bukan menjadi laga terakhir

Kekalahan dari Vietnam mengubah situasi Indonesia secara drastis. Semula, kemenangan atas Vietnam akan langsung meloloskan Indonesia ke babak semifinal sekaligus akan menyudutkan situasi sang juara bertahan ke dalam posisi sulit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani

Dampak dan Mitigasi Penguatan El Nino

15 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Dampak dan Mitigasi Penguat...
Ekonomi
Ekonomi Tumbuh, Jurang Keti...
Daerah
20 Desa di Tulungagung Masu...

Kuba Dalam Radar, AS Tingkatkan Operasi Intelijen

34 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Kuba Dalam Radar, AS Tingka...
Refleksi 81 Tahun Hiroshima, Serukan Hapus Senjata Nuklir dari Bumi

Refleksi 81 Tahun Hiroshima, Serukan Hapus Senjata Nuklir dari Bumi

06 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.