Fokus Semester II-2026: Pemerintah Kejar Investasi, Pacu Pariwisata
📅 Kamis, 06 Agu 2026, 22:50 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Meningkatkan performa investasi dan kinerja industri pariwisata memerlukan sinergi antara pembangunan infrastruktur, kemudahan berusaha, promosi destinasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Arus investasi yang kuat dapat mempercepat pengembangan fasilitas wisata, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing destinasi di pasar global.
Namun, agar manfaat ekonomi berkelanjutan, investasi perlu diarahkan pada pengembangan pariwisata yang berkualitas, berbasis lingkungan, dan melibatkan masyarakat lokal sehingga pertumbuhan sektor ini tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah dan nasional.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah fokus untuk meningkatkan performa investasi dan kinerja industri pariwisata pada triwulan III (Q3) tahun 2026.
Menko Airlangga dalam wawancara cegat di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Kamis (6/8), mengatakan ini merupakan salah satu langkah strategis untuk mendorong perekonomian nasional menuju penghujung tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kuartal selanjutnya tentu investasi tetap kita dorong. Kemudian, industri yang terkait dengan pariwisata juga terus kita genjot,” kata dia.
Lebih lanjut, Airlangga mencontohkan bagaimana Bali serta Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur yang kian menjadi destinasi favorit bagi pelancong dari dalam maupun luar negeri.
Secara umum, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 630,41 juta perjalanan, tertinggi untuk triwulan II sejak 2019 atau sebelum pandemi COVID-19.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan data BPS, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada Juni 2026 mencapai 605.013 kunjungan atau naik 4,63 persen dari Mei 2026.
Sementara, pada Juni 2026 jumlah perjalanan wisman di NTB mencapai 1.368.707 orang, meningkat 2,73 persen dibandingkan Mei 2026. Di sisi lain, kunjungan wisman ke NTT pada Juni 2026 mencapai 29.152 kunjungan, melonjak 40,73 persen secara tahunan (yoy) dan naik 19,85 persen secara bulanan (mom).
“Ini kan salah satu yang menarik, bahwa Nusa Tenggara dan Bali itu tumbuh di atas pertumbuhan nasional. Sehingga sektor yang terkait dengan pariwisata ini terbukti bisa menggeliat dan kita bisa dorong ini untuk low hanging fruit,” ujar Menko Airlangga.
Selain itu, ia juga menyoroti potensi peningkatan kunjungan wisatawan dari luar negeri, termasuk dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) yang semakin terhubung dengan konektivitas transportasi udara.
Salah satunya adalah penerbangan internasional langsung terbaru yang menghubungkan Bali dan Phuket, Thailand oleh maskapai Transnusa.
Rute Bali-Phuket diperkirakan menarik minat wisatawan, keluarga, pekerja digital (digital nomads), hingga pecinta petualangan yang ingin menikmati kekayaan budaya, kuliner dan daya tarik khas dari kedua destinasi tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!