YJI Lanjutkan Skrining Penyakit Jantung Rematik, 958 Anak di Bekasi Jalani Pemeriksaan
📅 Senin, 03 Agu 2026, 19:45 WIB | Oleh: Haryo BronoProgram di Kabupaten Bekasi tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan siswa. YJI juga memberikan edukasi kepada guru dan orang tua mengenai PJR.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dilibatkan untuk memberikan informasi mengenai gejala awal penyakit, pentingnya menangani infeksi tenggorokan dengan tepat, serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga.
Ketua Bidang Komunikasi sekaligus Project Leader Rheumatic Heart Disease Screening YJI, Iwet Ramadhan, mengatakan keterlibatan guru dan orang tua menjadi bagian penting dalam upaya deteksi dini.
“Kami tidak hanya memeriksa anak-anak, tetapi juga membangun kesadaran di lingkungan sekolah. Guru dan orang tua adalah garda terdepan. Dengan pengetahuan yang cukup, mereka bisa mengenali gejala awal dan segera mengambil tindakan,” kata Iwet.
Sebaiknya Anda baca juga:
Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hubungan antara infeksi tenggorokan dan risiko PJR, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika gejala muncul.
Menargetkan 8.000 Anak
Program nasional skrining PJR YJI mencakup empat wilayah prioritas, yakni Malang, Tulang Bawang di Lampung, Kabupaten Bekasi, dan Minahasa Utara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setelah pelaksanaan di Malang dan Tulang Bawang, Bekasi menjadi lokasi ketiga. Rangkaian kegiatan selanjutnya akan diarahkan ke Minahasa Utara.
Ketua Umum YJI, Annisa Pohan Yudhoyono, mengatakan program tersebut diarahkan untuk memastikan anak-anak mendapatkan kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan jantungnya sejak dini.
“Kami tidak ingin ada orang tua yang baru mengetahui anaknya mengidap PJR ketika sudah terlambat. Program ini adalah wujud nyata dari ‘Use Heart for Action’—kami bertindak sekarang untuk melindungi masa depan mereka,” ujar Annisa.
Menurut YJI, program skrining tersebut tidak hanya ditujukan untuk menemukan kasus, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan kecacatan permanen dan kematian dini akibat penyakit jantung rematik.
Iwet mengatakan program tersebut akan terus dilanjutkan ke daerah prioritas berikutnya.
“Kami memulai dari Malang, Tulang Bawang, kemudian Bekasi dan akan terus bergerak ke Minahasa Utara. Ini adalah perjalanan panjang, tetapi setiap anak yang kami skrining adalah nyawa yang kami selamatkan,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!