Alih Teknologi, Syarat agar RI Tidak Sekadar Negara Tujuan Investasi Manufaktur
📅 Senin, 03 Agu 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiJika tanpa alih teknologi, maka akan terus bergantung pada teknologi dari luar negeri meski telah memiliki industri baterai dan kendaraan listrik. Sebab itu, pemerintah perlu memastikan setiap investasi benar-benar mendorong kemandirian industri, bukan sekadar menjadikan Indonesia sebagai basis produksi.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa mengatakan fokus alih teknologi perlu diarahkan ke komponen rantai pasok utama, bukan hanya manufaktur akhir. Teknologi electronic vehicle (EV) sendiri terdiri dari beberapa bagian seperti baterai, power train, sistem perangkat lunak pengendali, serta kecerdasan buatan.
“Kalau lihat perkembangan terkini, sepertinya agak terlambat kalau pemerintah menetapkan syarat investasi industri otomotif dengan alih teknologi saat ini. Sebab itu, yang perlu yang perlu didorong adalah di teknologi-teknologi rantai pasok EV seperti battery, motor listrik & perangkat lunak dan kecerdasan buatan,” kata Fabby.
Untuk mewujudkan itu, ia meminta pemerintah memperkuat ekosistem riset dan pengembangan dalam negeri, serta berbagai kebijakan pendukungnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!