Terobosan Cerdas, Ini Cara Jitu Menghidupkan Ekonomi Baru di Stasiun Tawang
📅 Sabtu, 01 Agu 2026, 17:30 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoKalau KAI ingin 120 bangunan lain bernasib serupa, formulanya sudah kelihatan: jangan biarkan gedung tua cuma jadi latar foto, kembalikan fungsinya sebagai ruang yang dipakai orang tiap hari.
Untuk rakyat
Dalam sambutannya di Tawang, Prabowo mengingatkan agar kereta api tetap menjangkau kota-kota kecil dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Ini bukan imbauan kosong. Skema subsidi tarif atau Public Service Obligation (PSO) dari Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dinikmati 155.809.294 pelanggan sepanjang Januari-April 2026, mencakup KA jarak jauh, KA lokal, Commuter Line, dan LRT Jabodebek.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setidaknya, 13 kereta ekonomi bersubsidi, seperti Bengawan, Kahuripan, Serayu, dan Airlangga masih beroperasi dengan tarif Rp67 ribu sampai Rp104 ribu sekali jalan, jauh di bawah harga kereta komersial, dan justru singgah di stasiun-stasiun kecil yang dilewati begitu saja oleh kereta kelas atas.
KA Bengawan misalnya, dengan tarif Rp74 ribu untuk rute Purwosari-Pasar Senen, tetap berhenti di Klaten, Kutoarjo, dan kota-kota yang jarang disinggahi kereta kelas eksekutif.
Awal Maret, KAI meluncurkan KA Ekonomi Kerakyatan rute Pasar Senen-Lempuyangan dengan tarif Rp175 ribu selama masa promo. Pelajar yang menempuh jarak jauh untuk sekolah, pedagang yang membawa dagangan antarkota, pekerja yang berangkat sebelum subuh, mereka naik kereta yang sama dengan yang membawa wisatawan berfoto di depan fasad Tawang yang baru dipugar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Itu yang membuat proyek ini terasa berbeda dari sekadar mempercantik gedung tua untuk konten Instagram. Rel yang sama membawa pedagang kecil ke pasar dan turis ke museum.
Jakarta Kota dan Tanjung Priuk, dua stasiun yang menyusul direvitalisasi tahun ini, punya karakter berbeda dari Tawang. Stasiun-stasiun itu lebih ramai oleh commuter harian daripada wisatawan, tapi tantangannya sama: bagaimana menjaga gedung tua tetap berfungsi penuh sebagai stasiun, bukan sekadar cangkang bersejarah yang dipasangi peron baru.
Kalau 119 bangunan cagar budaya lain yang masih menunggu giliran bisa mempertahankan keseimbangan ini, revitalisasi tersebut pantas jadi standar, bukan pengecualian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!